Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

- Senin, 02 Maret 2026 | 04:30 WIB
Muhammadiyah Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 20 Maret 2026

JAKARTA – Buat umat Islam yang merencanakan cuti panjang, catat tanggal ini. Pimpinan Pusat Muhammadiyah sudah memutuskan: Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah bakal dirayakan pada Jumat, 20 Maret 2026.

Keputusan ini tertuang dalam Maklumat resmi bernomor 2/MLM/I.0/E/2025, yang isinya tentang Penetapan Hasil Hisab untuk Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah di tahun tersebut. Dokumen itu sendiri sudah diteken oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, sejak akhir September 2025 lalu.

“1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,”

Begitu bunyi point kedua dalam maklumat tersebut, seperti yang dikutip akhir pekan ini. Jadi, masih ada waktu cukup lama untuk mempersiapkan diri.

Lantas, apa dasarnya? Muhammadiyah, seperti biasa, berpegang pada hasil hisab yang dilakukan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid-nya. Metodenya mengikuti prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal. Intinya, mereka menghitung posisi bulan secara sangat teliti.

Menurut penjelasan dalam maklumat, saat matahari terbenam pada hari ijtimak atau konjungsi, sebelum pukul 24:00 UTC, sudah ada wilayah di bumi yang memenuhi parameter tertentu. Syaratnya, tinggi bulan lebih dari 5 derajat dan elongasinya minimal 8 derajat. Kondisi itu yang jadi patokan.

Nah, di sisi lain, pertimbangan tak kalah pentingnya adalah keseragaman. Muhammadiyah menegaskan bahwa penetapan ini juga didasari keyakinan bahwa seluruh dunia akan memasuki 1 Syawal pada tanggal yang sama.

“Di seluruh dunia tanggal 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 M,”

Demikian poin penegas dalam maklumat itu. Jadi, keputusan ini bukan cuma untuk dalam negeri, tapi diyakini berlaku secara global. Menarik untuk dilihat nanti, apakah keputusan pemerintah melalui sidang isbat akan sejalan atau justru berbeda. Seperti kita tahu, perbedaan metode hisab dan rukyat kerap memunculkan variasi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar