Machine Gun Kelly Sakit Keras dan Kulit Menguning Akibat Proses Blackout Tattoo Berbulan-bulan

- Rabu, 10 Juni 2026 | 22:30 WIB
Machine Gun Kelly Sakit Keras dan Kulit Menguning Akibat Proses Blackout Tattoo Berbulan-bulan

Musisi dan rapper asal Amerika Serikat, Machine Gun Kelly (MGK), mengungkapkan pengalaman pahit yang dialaminya selama proses pembuatan blackout tattoo yang kini menutupi sebagian besar tubuhnya. Pelantun hit “Bad Things” itu mengaku sempat jatuh sakit hingga mengalami perubahan warna kulit menjadi kekuningan akibat rangkaian sesi tato yang berlangsung intensif selama berbulan-bulan.

Pengakuan tersebut disampaikan MGK dalam wawancara terbarunya bersama Billboard Canada. Pria bernama asli Colson Baker itu menceritakan bahwa keputusan untuk membuat blackout tattoo berawal dari rasa bosan terhadap koleksi tato yang telah menghiasi tubuhnya selama bertahun-tahun. Karena itu, mantan kekasih aktris Megan Fox ini akhirnya menghubungi seorang seniman tato kenamaan di Los Angeles untuk mewujudkan desain bergaya “dark mode” yang menutupi area lengan hingga sebagian besar tubuhnya.

Sejak awal, sang seniman tato, ROXX, telah memperingatkan bahwa proyek tersebut akan menjadi salah satu proses paling menantang yang pernah dijalani MGK. Selain membutuhkan waktu sekitar dua bulan, tingkat rasa sakit yang harus ditanggung juga disebut sangat ekstrem. “Dia sudah bilang kalau proses ini hampir mustahil, bahkan dari sisi ketahanan terhadap rasa sakit,” ujar MGK. “Tapi saat itu aku bilang, ‘Ya sudah, kita punya waktu dua bulan’,” lanjutnya.

Demi menyelesaikan proyek tersebut, MGK diketahui hampir setiap hari mendatangi studio milik ROXX di Los Angeles. Intensitas pengerjaan yang tinggi itu ternyata memberikan dampak besar terhadap kondisi fisiknya. Menurut MGK, situasi mulai memburuk ketika proses tato memasuki area sekitar kelenjar getah bening di dekat ketiak dan bahu. “Setelah minggu pertama, kami mulai mengerjakan area di sekitar kelenjar getah bening dekat ketiak dan bahu. Saat itu aku benar-benar jatuh sakit. Kulitku berubah menjadi kuning, aku hampir tidak bisa tidur, bahkan beberapa bagian tubuh atasku jadi sulit digerakkan,” ungkap MGK.

Meski harus menghadapi rasa sakit yang luar biasa hingga mengalami gangguan kesehatan selama proses pengerjaan, MGK mengaku tidak menyesali keputusannya untuk menyelesaikan blackout tattoo tersebut. Sebaliknya, pengalaman itu justru memberinya perspektif baru dan menjadi tantangan pribadi yang berhasil ia taklukkan. “Aku keluar dari proses itu dengan perasaan yang sangat terinspirasi. Bukan hanya karena hasil tato yang berhasil dibuat, tetapi juga karena apa yang harus aku lalui dan taklukkan selama prosesnya,” tutup MGK.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar