Danantara Bantah BUMN Rugi: Laba Capai Rp335 Triliun, Kontribusi ke Negara Rp700 Triliun per Tahun

- Kamis, 11 Juni 2026 | 23:15 WIB
Danantara Bantah BUMN Rugi: Laba Capai Rp335 Triliun, Kontribusi ke Negara Rp700 Triliun per Tahun

Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, membantah anggapan bahwa perusahaan-perusahaan pelat merah secara keseluruhan mengalami kerugian. Ia menegaskan bahwa BUMN justru mencatatkan laba yang signifikan dan tetap menjadi pilar utama perekonomian nasional dengan kontribusi terhadap penerimaan negara mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Dalam sebuah siniar bertajuk Bukan Kaleng Kaleng, Dony mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, laba bersih BUMN secara konsolidasi mencapai Rp335 triliun. Angka ini, menurutnya, membantah tudingan miring yang menyebutkan bahwa BUMN merugi secara keseluruhan. Ia mengakui bahwa terdapat kerugian pada sebagian kecil perusahaan, namun nilainya hanya sekitar Rp20 triliun.

“BUMN itu untung. Tahun 2025 itu (untung) Rp335 triliun. Jadi itu bohong kalau bilang BUMN itu secara konsolidasi rugi. Itu bohong. Yang rugi itu hanya Rp20 triliun,” ujar Dony dalam pernyataan yang dikutip pada Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menambahkan, potensi laba BUMN bisa meningkat lebih tinggi lagi apabila proses penyehatan dan efisiensi terhadap perusahaan-perusahaan yang masih merugi dapat berjalan optimal. “Kalau yang rugi ini kita tutup, berarti untung kita menjadi Rp355 triliun. Jadi bisa disampaikan ke masyarakat, kita enggak rugi. Sudah pasti. Tapi untungnya belum maksimal,” kata dia.

Di luar perolehan laba, kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara juga sangat besar. Dony menyebutkan bahwa setiap tahun, BUMN menyetor sekitar Rp600 triliun hingga Rp700 triliun melalui pembayaran pajak dan kewajiban lainnya. “Kontribusi BUMN itu terhadap pendapatan negara, di luar dari laba plus pajak, itu kurang lebih hampir sekitar Rp600 triliun sampai Rp700 triliun setiap tahun. Jadi BUMN kita itu besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto berharap kehadiran Danantara dapat memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan nilai ekonomi BUMN. Dengan demikian, kontribusi perusahaan negara terhadap pembangunan nasional diyakini akan semakin besar. “Makanya Presiden (Prabowo) berharap dengan adanya Danantara ini jauh menjadi lebih besar lagi,” aku Dony.

Untuk mencapai target tersebut, Danantara menargetkan peningkatan kontribusi BUMN hingga Rp800 triliun per tahun. Dony mengakui target itu bukanlah perkara mudah, namun ia optimistis dapat tercapai melalui transformasi menyeluruh di lingkungan BUMN. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, termasuk konsolidasi perusahaan, penyederhanaan jumlah entitas usaha, serta penyusunan peta jalan baru untuk memperkuat daya saing.

“Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita. Kita membangun roadmap yang baru. Kita membangun competitive advantage daripada perusahaan kita,” tegas dia.

Selain pembenahan struktur bisnis, Danantara juga fokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia. Dony menilai pengembangan talenta menjadi faktor krusial agar BUMN mampu bersaing di tingkat global. “Kita mengembangkan human capital-nya. Termasuk juga kita sekarang men-standarisasi kualifikasi daripada orang yang menjadi Direktur BUMN,” ungkap dia.

Ia menambahkan, calon direksi BUMN ke depan wajib memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan melalui proses seleksi yang lebih ketat. “Kita tetapkan mereka harus melewati Basic Competency Assessment,” tegas Dony.

Lebih lanjut, Dony menyebut transformasi yang sedang berjalan merupakan upaya fundamental untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbesar kontribusi BUMN terhadap pembangunan nasional. “Saya sangat optimistis kita bisa melakukan ini. Dan dengan keyakinan penuh, kita akan membuat BUMN-BUMN kita menjadi lebih baik lagi. Tidak ada pilihan,” ujar dia.

Menurut Dony, tujuan utama dari seluruh rangkaian transformasi ini adalah membangun fondasi yang lebih kuat bagi generasi mendatang. Ia berharap BUMN mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Saya ingin sekali meninggalkan BUMN-BUMN kita dalam keadaan yang bagus. Dan tidak perlu saya yang dikenang. Tetapi paling tidak Danantara berhasil untuk mewujudkan mimpi dan harapan banyak rakyat Indonesia,” tutur Dony.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar