Stade Velodrome benar-benar bergemuruh dini hari tadi. Duel klasik Prancis antara Olympique Marseille dan Olympique Lyon, yang digelar pada pekan ke-24 Ligue 1, berakhir dengan drama yang luar biasa. Bukan sekadar menang-kalah, tapi sebuah pertarungan yang berbalik arah dan ditentukan di detik-detik paling akhir. Skor akhir? 3-2 untuk sang tuan rumah.
Lyon datang dengan niat yang jelas. Baru tiga menit laga berjalan, mereka sudah sukses membungkam kerumunan suporter Marseille. Endrick memberikan uman matang, dan Corentin Tolisso dengan tenang menceploskannya ke gawang. Gol cepat itu seperti tamparan. Marseille terlihat kaget, permainan mereka tersendat-sendat, dan kesulitan menembus pertahanan Lyon sepanjang babak pertama. Hingga peluit istirahat berbunyi, keunggulan 1-0 untuk tamu tetap tak tergoyahkan.
Namun begitu, suasana berubah total setelah turun minum.
Marseille muncul dengan energi yang sama sekali berbeda. Tekanan mereka lebih tinggi, serangan lebih tajam. Usaha itu akhirnya terbayar di menit ke-52. Paixao, yang tampil gesit, berhasil menyodok bola masuk setelah ricochet di kotak penalti. 1-1! Stadion pun meledak.
Tapi Lyon bukan tim yang mudah menyerah. Di menit ke-76, mereka kembali memecah kebahagiaan tuan rumah. Rayan Himbert, meneruskan umpan silang dari sayap, menjebol gawang Marseille untuk membawa timnya memimpin 2-1. Sekilas, poin tiga seakan akan dibawa pulang oleh Les Gones.
Sayangnya, keunggulan itu cuma bertahan lima menit.
Pierre-Emerick Aubameyang, sang striker berpengalaman, muncul di saat yang tepat. Memanfaatkan assist dari Paixao, ia dengan dingin menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pertandingan pun memasuki fase yang semakin panas dan tak terduga. Bahkan, satu gol Lyon sempat dianulir VAR karena offside, menambah tensi di lapangan.
Dan ketika semua orang bersiap untuk hasil imbang, sang penentu muncul lagi.
Di injury time, tepatnya menit 90 1, Aubameyang menunjukkan kenapa ia masih menjadi pemain berbahaya. Setelah menerima bola di dalam kotak penalti, ia berbelok dan melepaskan tembakan rendah yang tak bisa dihalang kiper Lyon. Gol! Stadion bergemuruh lebih kencang dari sebelumnya. Aubameyang memastikan kemenangan dramatis 3-2 untuk Marseille, sekaligus menyelesaikan balikkan keadaan yang spektakuler.
Dari segi klasemen, tiga poin ini tentu sangat berharga bagi Marseille dalam perburuan tempat papan atas. Sementara Lyon, mereka pasti pulang dengan rasa kecewa yang mendalam. Sempat dua kali memimpin, tapi tetap harus menyerah di akhir laga. Begitulah sepak bola, kadang tak ada cerita yang selesai sebelum peluit panjang benar-benar berbunyi.
Artikel Terkait
Sidang Pailit PSM Ditunda, Manajemen Klub Absen di Pengadilan Niaga Makassar
BMKG Prediksi Cuaca Cerah Berawan di Makassar Sepanjang 18 April 2026
Diskominfo Tebing Tinggi Digeledah Polda Sumut Usai OTT Pejabat
Masyarakat Sipil Temui KWI, Soroti Krisis Moral dan Hukum dalam Tata Kelola Negara