Pasar Modal Tertekan Sentimen Negatif, Pemerintah Diminta Respons Kekhawatiran Investor

- Minggu, 07 Juni 2026 | 17:50 WIB
Pasar Modal Tertekan Sentimen Negatif, Pemerintah Diminta Respons Kekhawatiran Investor

Pasar modal Indonesia tengah diliputi tekanan jual yang signifikan. Investor mulai merespons berbagai dinamika ekonomi dengan sikap hati-hati, memunculkan kekhawatiran akan meluasnya sentimen negatif yang dapat memicu pelemahan indeks saham lebih dalam jika tidak segera diantisipasi.

Fenomena ini mendorong para pengamat untuk menyoroti pentingnya respons kebijakan yang tepat. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menjelaskan bahwa pergerakan di lantai bursa sangat bergantung pada persepsi psikologis para investor. Karakteristik pasar modal yang dinamis membuat arus keluar masuk modal sering kali tidak semata-mata ditentukan oleh angka-angka teknis.

"Karakteristik dari pasar saham itu memang sering kali sentimen, faktor sentimen itu mempengaruhi ya jual beli. Nah, sehingga kalau ada sentimen yang negatif terhadap Indonesia itu sering kali mempengaruhi ya kinerja saham," ujar Faisal kepada media, Minggu (7/6/2026).

Lebih lanjut, Faisal menyoroti bahwa melemahnya pasar saham domestik belakangan ini merupakan implikasi langsung dari cara pelaku pasar memandang kondisi Indonesia. Meskipun indikator ekonomi makro mungkin terlihat stabil di atas kertas, perspektif publik terhadap masa depan ekonomi justru lebih berpengaruh terhadap keputusan investasi. Oleh karena itu, kebijakan otoritas diharapkan tidak hanya terpaku pada penguatan data fundamental, tetapi juga mampu meredam gejolak ekspektasi negatif.

Faisal menegaskan bahwa langkah komunikatif dan respons konkret dari pembuat kebijakan merupakan kunci utama untuk menenangkan situasi. "Pemerintah perlu mewaspadai faktor sentimen seperti ini karena bisa jadi kalaupun fundamental bukan menjadi faktor utamanya, tapi sering kali faktor sentimen, perspektif, ya. Nah, ini sehingga artinya apa yang menjadi kekhawatiran pasar harus betul-betul direspon oleh pemerintah secara serius dan dengan langkah yang tepat, ya dan untuk bisa mengembalikan kepercayaan para pelaku usaha," kata dia.

Dengan adanya respons yang serius dan terukur, kepercayaan para pelaku usaha serta investor diharapkan dapat kembali pulih. Langkah ini dinilai mendesak guna menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah ketidakpastian global yang masih terus membayangi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi yang baik, didukung oleh kondisi fiskal yang kuat. Karena itu, ia meminta pelaku pasar dan investor tidak terbawa sentimen negatif yang berkembang. Purbaya menilai fenomena "Sell Indonesia" yang ramai diperbincangkan lebih banyak dipengaruhi sentimen pasar dibandingkan kondisi fundamental ekonomi yang sebenarnya.

"Itu salah satu penulis mungkin yang tidak tahu keadaan Indonesia seperti apa. Makanya kemarin saya percepat itu APBN Kita untuk memperlihatkan ke pasar bahwa kondisi fiskal kita baik, ekonominya kita juga cukup kuat, sehingga nanti lama-lama sentimen negatif itu bisa hilang," ujar dia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar