Bank Sentral China, People’s Bank of China (PBOC), kembali menambah cadangan emasnya pada Mei 2026, menandai bulan ke-19 berturut-turut aksi pembelian berlangsung tanpa jeda. Langkah ini memperpanjang tren akumulasi emas terpanjang yang tercatat sejak 2015, ketika bank sentral mulai merilis data kepemilikan cadangan secara lebih berkala.
Berdasarkan data yang dirilis PBOC, kepemilikan emas meningkat sebesar 320.000 troy ons pada bulan lalu. Setiap troy ons setara dengan 31,1 gram, sehingga total cadangan emas yang dimiliki bank sentral China kini mencapai hampir 9,95 juta gram. Pembelian terbaru ini menunjukkan komitmen Beijing untuk terus memperkuat cadangan emasnya, meskipun harga logam mulia tersebut sedang berada dalam tekanan.
Sementara itu, harga emas batangan tercatat menurun pada Mei, menandai kerugian bulanan ketiga secara beruntun setelah mencapai rekor tertinggi pada akhir Januari. Tekanan terhadap emas berasal dari kekhawatiran inflasi yang terus-menerus dan ekspektasi bahwa suku bunga dapat tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Kenaikan imbal hasil cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas.
Di sisi lain, permintaan dari bank sentral tetap menjadi salah satu pilar utama yang menopang pasar logam mulia dalam beberapa tahun terakhir. Pembelian oleh otoritas moneter di berbagai negara telah membantu mengimbangi periode melemahnya permintaan investor dan volatilitas pasar. Upaya diversifikasi cadangan China pun menjadi perhatian para investor, mengingat ekonomi terbesar kedua di dunia ini berusaha mengurangi ketergantungan pada aset cadangan tradisional dan memperkuat kepemilikan aset alternatif yang dapat menyimpan nilai.
Para analis menilai ketidakpastian geopolitik dan tren diversifikasi cadangan sebagai faktor utama yang mendorong permintaan bank sentral yang berkelanjutan. Tema-tema ini semakin relevan seiring negara-negara menilai kembali strategi pengelolaan cadangan di tengah meningkatnya ketegangan global. Goldman Sachs, dalam laporan bulan lalu, menyebutkan bahwa pembelian bank sentral dapat meningkat lebih lanjut, dengan alasan perkembangan geopolitik yang dapat memperkuat upaya pemerintah untuk mendiversifikasi aset cadangan.
Angka terbaru ini menggarisbawahi peran berkelanjutan pembelian sektor resmi di pasar emas global. Meskipun investor masih mempertimbangkan dampak inflasi, suku bunga, dan ketidakpastian ekonomi terhadap harga emas batangan, langkah Beijing menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap logam mulia sebagai instrumen penyimpan nilai.
Artikel Terkait
BNPB Mulai Operasi Modifikasi Cuaca di Jambi Cegah Meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut
PLN EPI Targetkan Bio-CNG dari Limbah Sawit untuk Perkuat Transisi Energi
Pedagang Cilok Tewas Bersimbah Luka di Kontrakan Tangerang, Polisi Tangkap Ayah dan Anak sebagai Terduga Pelaku
Siswi SMA Hilang Terseret Ombak di Tebing Pantai Apparalang Bulukumba