Tim gabungan tanggap darurat PT Pertamina (Persero) berhasil menangani kebocoran pipa gas milik Pertamina EP di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dalam waktu kurang dari 90 menit. Insiden yang terjadi pada Minggu petang itu terkonfirmasi mulai terdeteksi pukul 16.50 WIB dan berhasil diatasi pada pukul 18.15 WIB.
Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Gas (Pertagas) Imam Rismanto mengungkapkan bahwa kebocoran terjadi pada pipa FRP yang diduga dipicu oleh aktivitas pemasangan pipa BBM Cikampek Plumpang. Begitu informasi diterima, Tim Tanggap Darurat Pertagas bersama unsur gabungan segera bergerak untuk melakukan penanganan sekaligus mengamankan area sekitar.
Sejumlah langkah strategis dan mitigasi langsung diterapkan. Pengamanan area dilakukan dengan menggandeng Tim Pemadam Kebakaran setempat. Upaya itu juga melibatkan pihak berwenang agar kondisi tetap terkendali dan lokasi insiden steril untuk proses penanganan lebih lanjut.
“Sejak pukul 18.15 WIB tadi, kebocoran gas dari pipa telah berhasil tertangani dan kini telah dilakukan penghentian aliran gas untuk mengisolasi titik kebocoran serta mencegah risiko lanjutan,” ujar Imam Rismanto dalam keterangannya di Bekasi.
Setelah kebocoran berhasil diisolasi, tim gabungan melanjutkan upaya pemulihan dengan pemantauan situasi secara intensif. Keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang bertugas menjadi prioritas utama dalam setiap tahap penanganan.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat dan seluruh personel yang melakukan pekerjaan,” kata dia menegaskan.
Artikel Terkait
Belanja Daring Makin Dominasi Gaya Hidup, INFOBRAND Forum 2026 Soroti Strategi Marketplace Bertahan di Tengah Persaingan Digital
Penjaga Pantai Italia Temukan 10 Jenazah Migran Akibat Kecelakaan Kapal di Perairan Malta
Bidan di Situbondo Tewas Dibanting Batu oleh Suami, Cemburu Buta Jadi Motif Pembunuhan
Warga Sumenep Ditangkap Polisi Usai Tipu Korban Rp600 Juta dengan Modus Kelulusan Polri dan PNS