Amerika Serikat menghadapi ancaman gagal bayar atau default jika rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) negara itu mencapai 210 persen. Angka tersebut merupakan hasil kalkulasi dari Model Anggaran Penn Wharton (PWBM), sebagaimana dilaporkan oleh Fortune pada Minggu (7/6/2026).
Menurut analisis PWBM, pada level tersebut, kebijakan menaikkan pajak secara besar-besaran pun tidak akan mampu menutupi biaya bunga utang yang harus dibayar pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan fiskal AS telah mencapai titik kritis yang sulit diatasi hanya melalui instrumen perpajakan konvensional.
Saat ini, rasio utang terhadap PDB AS berada di kisaran 100 persen. PWBM menyebut bahwa peluang angka tersebut mencapai 210 persen sangat bergantung pada pengeluaran di sektor pelayanan kesehatan. Dalam skenario pertumbuhan pengeluaran kesehatan yang rendah, AS diperkirakan memiliki waktu 25 tahun sebelum mencapai batas tersebut. Sementara itu, untuk skenario pertumbuhan sedang, waktu yang tersisa sekitar 22 tahun, dan hanya 19 tahun untuk skenario pertumbuhan tinggi.
“Jika tingkat pertumbuhan biaya perawatan kesehatan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, ada kemungkinan 25 persen untuk mencapai batas maksimum utang dalam 14 tahun,” ujar PWBM dalam laporannya.
Untuk memperbaiki kondisi keuangan pemerintah federal sebelum terlambat, laporan itu menyarankan perlunya kenaikan pajak permanen sekitar 15 poin persentase pada semua pendapatan tenaga kerja mulai sekarang. Artinya, tidak akan ada lagi batasan yang mengecualikan pendapatan di tingkat tertentu. Langkah ini dinilai sebagai salah satu opsi paling realistis meskipun berat secara politik dan ekonomi.
Artikel Terkait
Presiden Partai Buruh Said Iqbal Dijadwalkan Dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan
16,46 Juta UMKM Manfaatkan Platform LinkUMKM BRI untuk Perluas Akses Pasar dan Naik Kelas
Prabowo: Pendidikan dan Pelatihan di Semua Sektor Kunci Utama Kesejahteraan Rakyat
Kapolri Buka Peluang ASN Isi Jabatan Non-Operasional di Polri