Ancaman Gagal Bayar AS Mengintai jika Rasio Utang Capai 210 Persen, PWBM Beri Peringatan

- Minggu, 07 Juni 2026 | 17:15 WIB
Ancaman Gagal Bayar AS Mengintai jika Rasio Utang Capai 210 Persen, PWBM Beri Peringatan

Amerika Serikat menghadapi ancaman gagal bayar atau default jika rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) negara itu mencapai 210 persen. Angka tersebut merupakan hasil kalkulasi dari Model Anggaran Penn Wharton (PWBM), sebagaimana dilaporkan oleh Fortune pada Minggu (7/6/2026).

Menurut analisis PWBM, pada level tersebut, kebijakan menaikkan pajak secara besar-besaran pun tidak akan mampu menutupi biaya bunga utang yang harus dibayar pemerintah. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan fiskal AS telah mencapai titik kritis yang sulit diatasi hanya melalui instrumen perpajakan konvensional.

Saat ini, rasio utang terhadap PDB AS berada di kisaran 100 persen. PWBM menyebut bahwa peluang angka tersebut mencapai 210 persen sangat bergantung pada pengeluaran di sektor pelayanan kesehatan. Dalam skenario pertumbuhan pengeluaran kesehatan yang rendah, AS diperkirakan memiliki waktu 25 tahun sebelum mencapai batas tersebut. Sementara itu, untuk skenario pertumbuhan sedang, waktu yang tersisa sekitar 22 tahun, dan hanya 19 tahun untuk skenario pertumbuhan tinggi.

“Jika tingkat pertumbuhan biaya perawatan kesehatan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah, ada kemungkinan 25 persen untuk mencapai batas maksimum utang dalam 14 tahun,” ujar PWBM dalam laporannya.

Untuk memperbaiki kondisi keuangan pemerintah federal sebelum terlambat, laporan itu menyarankan perlunya kenaikan pajak permanen sekitar 15 poin persentase pada semua pendapatan tenaga kerja mulai sekarang. Artinya, tidak akan ada lagi batasan yang mengecualikan pendapatan di tingkat tertentu. Langkah ini dinilai sebagai salah satu opsi paling realistis meskipun berat secara politik dan ekonomi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar