Uskup Katolik di Mozambik Tewas Ditembak di Kediaman, Gereja Sebut Kematian Misterius

- Minggu, 07 Juni 2026 | 01:25 WIB
Uskup Katolik di Mozambik Tewas Ditembak di Kediaman, Gereja Sebut Kematian Misterius

Seorang uskup Katolik yang baru beberapa bulan lalu ditugaskan oleh Paus Leo XIV untuk memimpin sebuah keuskupan di wilayah tengah Mozambik tewas ditembak di kediamannya. Otoritas gereja setempat menyebut kematian rohaniwan senior itu terjadi dalam “keadaan misterius” yang masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Uskup Osorio Citora Afonso, yang berusia 54 tahun, ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian dada. Juru bicara biro investigasi kriminal setempat, Maximino Amilcar, menyatakan kepada wartawan di luar kediaman korban di Quelimane bahwa kematian tersebut disebabkan oleh “kemungkinan satu peluru”. Amilcar secara tegas menyebut peristiwa itu sebagai “pembunuhan dengan senjata api”, namun mengakui bahwa pihaknya belum dapat memberikan rincian lebih lanjut untuk saat ini.

Sementara itu, Presiden Mozambik Daniel Chapo mengeluarkan pernyataan resmi yang menyampaikan “dukacita mendalam” atas kepergian Afonso. Dalam pernyataannya, Chapo menyebut kematian uskup tersebut sebagai “kehilangan yang tidak tergantikan bagi masyarakat Mozambik”.

Afonso merupakan putra asli Mozambik yang sebelumnya pernah menjalankan tugas pelayanan di Republik Demokratik Kongo dan Italia. Ia diangkat sebagai uskup pembantu di Maputo pada tahun 2023, sebelum akhirnya resmi menjabat sebagai uskup setahun kemudian. Pada Juli 2025, Paus Leo XIV memindahkannya untuk memimpin Keuskupan Quelimane, sebuah wilayah yang terletak di bagian tengah negara tersebut.

Menurut data sensus terakhir yang dilakukan hampir satu dekade lalu, sekitar seperempat dari total populasi Mozambik negara bekas jajahan Portugal di Afrika bagian selatan beragama Katolik. Konferensi Episkopal Mozambik dalam pernyataannya menyebutkan bahwa Afonso “ditemukan tidak bernyawa dalam keadaan misterius yang perlu dijelaskan lebih lanjut”. Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap motif dan pelaku di balik peristiwa tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar