Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia, Wang Lutong, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kementerian Transmigrasi yang melibatkan lebih dari 1.400 akademisi untuk mengabdi di kawasan transmigrasi melalui Tim Ekspedisi Patriot 2026. Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri acara pelepasan tim pada Kamis (30/7) lalu.
"Semoga Tim Ekspedisi Patriot 2026 meraih kesuksesan penuh. Semoga persahabatan dan kerja sama yang saling menguntungkan (win-win cooperation) antara Tiongkok dan Indonesia abadi selamanya," ujar Dubes Wang dalam sambutannya.
Menurut Dubes Wang, program ini mencerminkan komitmen Indonesia dalam mendorong pembangunan wilayah yang berimbang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan transmigrasi. Ia juga menegaskan bahwa hubungan kedua negara semakin erat seiring intensitas pertemuan bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden RRT Xi Jinping. Kedua pemimpin telah mencapai berbagai kesepahaman strategis, termasuk penguatan kerja sama dalam pembangunan pedesaan, pengentasan kemiskinan, dan modernisasi kawasan.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Tiongkok membuka peluang pertukaran pengalaman dengan mengundang pemerintah daerah dari kawasan transmigrasi untuk mempelajari praktik pembangunan pedesaan dan revitalisasi kawasan di Tiongkok. Sebelumnya, delegasi Indonesia telah mengunjungi Shanghai dan Provinsi Hubei untuk mempelajari kebijakan pengentasan kemiskinan dan revitalisasi pedesaan.
Dalam paparannya, Dubes Wang juga membagikan pengalaman Tiongkok yang berhasil menghapus kemiskinan ekstrem pada 2021 melalui pendekatan yang tepat sasaran, kolaboratif, pembangunan kapasitas, dan berkelanjutan. "Kami berharap kerja sama Tiongkok dan Indonesia terus berkembang melalui kolaborasi yang saling menguntungkan sehingga mampu menciptakan kesejahteraan bersama," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Dubes Wang berharap Tim Ekspedisi Patriot 2026 dapat menjalankan pengabdian dengan sukses serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan kawasan transmigrasi.
Artikel Terkait
Transmigrasi Kini Berbasis Kebutuhan Daerah, Pemerintah Fokus Tarik Investasi
Wamen Transmigrasi Akui Program Belum Tuntaskan Masalah Infrastruktur, Revitalisasi Jadi Prioritas
AHY Libatkan 1.476 Akademisi Riset Kawasan Transmigrasi untuk Pusat Ekonomi Baru
Kementerian Transmigrasi Kirim 1.476 Patriot ke 53 Kawasan untuk Petakan Potensi Ekonomi