Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan data lapangan menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi. Komitmen itu diwujudkan dengan melibatkan 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi negeri, terdiri dari mahasiswa, peneliti, hingga guru besar. Mereka akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama di Indonesia Timur, untuk melanjutkan pemetaan dan pengembangan potensi wilayah yang dirintis Tim Ekspedisi Patriot pada 2025.
"Kita ingin membangun kawasan transmigrasi yang menjadi magnet baru bagi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di situlah kontribusi para mahasiswa menjadi sangat penting, karena rekomendasi yang mereka hasilkan akan lahir dari kondisi nyata di lapangan," ujar AHY saat memberi pembekalan pada peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Menurut AHY, pendekatan pembangunan berbasis riset dan kondisi riil di lapangan melalui keterlibatan akademisi merupakan langkah strategis. Generasi muda dinilai menjadi modal penting untuk menghadirkan gagasan dan solusi inovatif bagi pengembangan kawasan transmigrasi. Para peserta akan melanjutkan riset dan pemetaan yang telah dimulai sejak tahun lalu, mengidentifikasi potensi dan tantangan sebagai dasar industrialisasi dan hilirisasi di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengelolaan sumber daya alam.
Ia berharap temuan dan rekomendasi mereka dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan kawasan sesuai karakteristik dan keunggulan masing-masing. AHY juga menegaskan perubahan paradigma pembangunan transmigrasi. "Yang dahulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk ke luar Pulau Jawa, kini paradigmanya berubah menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut agar menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, masuknya investasi, serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.
AHY berharap hasil observasi peserta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah. "Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik. Data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran," ucapnya.
Keamanan Peserta Dijamin
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah untuk menjamin keamanan dan keselamatan peserta selama bertugas, terutama di Pulau Papua dan wilayah Indonesia Timur lainnya. "Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri, TNI, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat di setiap lokasi penugasan. Alhamdulillah, seluruh daerah menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot karena memang mereka membutuhkan masukan dan pendampingan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi," ujar Iftitah.
Kementerian Transmigrasi juga akan memantau perkembangan peserta melalui posko pemantauan 24 jam. "Meski demikian, kami tidak akan lengah. Selama para peserta bertugas, kami menyiapkan koordinasi selama 24 jam melalui posko pemantauan agar setiap perkembangan dapat dipantau dan seluruh peserta menjalankan penugasan dengan aman," tegas Iftitah.
Sebagai informasi, Tim Ekspedisi Patriot 2025 menghasilkan 400 dokumen riset dan rekomendasi. Hasil tersebut akan ditindaklanjuti oleh Tim Ekspedisi Patriot 2026 dalam bentuk riset lanjutan dan pendampingan sesuai kebutuhan serta potensi masing-masing kawasan. Tujuannya, mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pembekalan oleh AHY turut dihadiri Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Sekjen Edy Gunawan, serta jajaran pejabat Kementerian Transmigrasi. Dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, hadir Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non-Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Merry Riana.
Artikel Terkait
El Nino Berhimpit Kemarau, AHY Pastikan Infrastruktur Air Siap
AHY Dorong Konsep Aglomerasi Polisentris untuk Percepat Ekonomi di Kawasan KUNCI Bersama
Kementerian Transmigrasi Kirim 1.476 Patriot ke 53 Kawasan untuk Petakan Potensi Ekonomi
Wamen Transmigrasi Resmikan Rehabilitasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi Lahat