Pemerintah dapat apresiasi lagi, kali ini dari organisasi massa Islam. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (PUI) secara khusus menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto soal rencana Kampung Haji Indonesia di Makkah. Bagi mereka, ini bukan cuma kebijakan biasa, tapi langkah strategis yang benar-benar mengutamakan kepentingan jemaah haji kita.
Ketua Umum PUI, Raizal Arifin, dalam keterangan tertulisnya Sabtu lalu, menilai Presiden punya cara pandang yang luas. Menurutnya, Prabowo tak hanya melihat ibadah haji sebagai urusan agama semata, tetapi juga sebagai mandat konstitusional. Intinya, negara wajib melayani rakyatnya dengan baik.
"PUI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Prabowo Subianto atas visi, keberanian, dan ketegasan beliau dalam mengambil keputusan strategis ini. Kehadiran Kampung Haji Indonesia di Makkah adalah bentuk nyata keberpihakan negara terhadap kenyamanan, kemandirian, dan efisiensi biaya haji jemaah Indonesia,"
Begitu penegasan Raizal. Dia melihat arahan presiden yang dieksekusi Danantara ini sebagai wujud kepemimpinan yang kuat dan terukur. Dampaknya, selain berpotensi menekan biaya haji, juga bisa memperkuat posisi Indonesia saat berhubungan dengan Arab Saudi. “Ini bukan sekadar proyek properti,” tegasnya, “tetapi simbol kedaulatan pelayanan haji Indonesia di Tanah Suci.”
Di sisi lain, Raizal juga menyoroti figur kunci di balik eksekusi lapangan, yaitu Rosan Roeslani. CEO Danantara itu dinilai berhasil menerjemahkan instruksi presiden menjadi aksi nyata. Buktinya, dalam enam bulan terakhir saja, Rosan sudah empat kali bolak-balik ke Arab Saudi untuk urusan diplomatik proyek ini.
"Kepercayaan Presiden Prabowo kepada CEO Danantara, Rosan Roeslani adalah keputusan yang tepat. Pengalaman beliau sebagai bankir investasi global dan mantan duta besar terbukti mampu mempercepat realisasi proyek strategis ini,"
Kalau targetnya sesuai rencana, fase awal kampung haji ini diharapkan bisa operasional di akhir 2026 nanti. Bayangannya, tempat itu akan jadi ekosistem terpadu. Mulai dari penginapan, layanan kesehatan, sampai pusat latihan manasik semua tersedia dalam satu kawasan.
Lalu, seperti apa wujud investasinya? Danantara telah mengakuisisi sejumlah aset. Intinya ada satu hotel yang sudah berjalan, yaitu Novotel Makkah Thakher City dengan 1.461 kamar. Tak cuma itu, mereka juga mengamankan 14 bidang tanah seluas sekitar 4,4 hektare untuk pengembangan ke depannya. Potensi akhirnya? Bisa mencapai 5.000 kamar hotel.
Rosan Roeslani sendiri pernah menjelaskan, penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal yang krusial. Meski kepemilikan aset sudah dipastikan, pengembangannya nanti akan dilakukan bertahap. Semua tentu dengan kajian kelayakan yang matang dan mematuhi regulasi yang berlaku.
Jadi, proyek ini memang masih panjang. Namun, langkah pertama sudah diambil. Dan bagi PUI, ini adalah sinyal positif bahwa pelayanan haji sedang diarahkan ke hal yang lebih baik.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
WHO Konfirmasi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius Akibat Virus Andes yang Langka
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 6-8 Mei 2026