IHSG Pacu Laju ke 9.000, Saham Migas Happy Hapsoro Melesat

- Selasa, 06 Januari 2026 | 17:10 WIB
IHSG Pacu Laju ke 9.000, Saham Migas Happy Hapsoro Melesat

Perdagangan Selasa (6/1) kemarin menghadirkan suasana optimis di Bursa Efek Indonesia. IHSG berhasil ditutup menguat 74 poin, atau sekitar 0,84 persen, ke level 8.933,61. Angka itu membawa indeks mendekati ambang psikologis yang cukup dinanti: 9.000 poin.

Transaksi hari itu cukup ramai, dengan nilai perdagangan mencapai Rp33,8 triliun. Dari papan pencatatan, mayoritas saham bergerak naik. Tercatat 451 saham menguat, sementara yang melemah 269 dan 238 lainnya stagnan.

Kalau dilihat dari indeks sektoral, hampir semua catatannya hijau. Energi, keuangan, infrastruktur, hingga teknologi menunjukkan performa positif. Hanya sektor transportasi yang terlihat lesu, tercatat sebagai satu-satunya yang melemah.

Di sisi lain, pergerakan indeks saham unggulan beragam. Indeks LQ45 naik 0,62 persen ke 865, dan IDX30 sedikit menguat 0,07 persen. Namun, indeks JII dan MNC36 justru terpantau turun tipis, masing-masing 0,01 persen dan 0,08 persen.

Yang menarik perhatian adalah saham-saham milik duo emiten migas Happy Hapsoro. RAJA melesat 16 persen ke Rp7.425, sementara RATU tak kalah perkasa dengan kenaikan 9 persen ke Rp10.650. Keduanya jadi sorotan utama di tengah sentimen sektor energi yang memang sedang baik.

Papan gainers dan losers punya cerita sendiri. Di puncak penguat, saham ECII, BIPI, dan GSMF meroket dengan kenaikan di atas 34 persen. Pergerakannya cukup fantastis.

Tapi tentu, tidak semua saham beruntung. Di daftar pelemah, MBSS dan PNLF terpangkas sekitar 8 persen. Yang paling terpuruk adalah MPXL, sahamnya terjun bebas 14,4 persen ke level Rp214.

Secara keseluruhan, hari Selasa memberi sinyal positif. Meski belum menembus 9.000, langkah IHSG yang mantap dan sebaran saham penguat yang luas memberi angin segar untuk perdagangan selanjutnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar