Pakistan Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai AS-Iran di Islamabad

- Rabu, 08 April 2026 | 13:15 WIB
Pakistan Jadi Tuan Rumah Perundingan Damai AS-Iran di Islamabad

Pakistan siap jadi tuan rumah babak baru perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar ini datang langsung dari Perdana Menteri Shehbaz Sharif, yang mengonfirmasi bahwa pertemuan lanjutan akan digelar di Islamabad pada 10 April mendatang. Tujuannya jelas: melanjutkan pembicaraan soal gencatan senjata yang baru saja disepakati kedua negara.

Sharif, yang bertindak sebagai mediator, terlihat optimis. Dia menyambut baik pengumuman gencatan senjata dari Presiden AS Donald Trump dan pernyataan serupa dari pihak Iran. Menurutnya, langkah ini adalah isyarat bijaksana yang patut diapresiasi.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Rabu (8/4), Sharif tak ragu mengulurkan undangan.

"Saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemimpin kedua negara, dan mengundang delegasi-delegasi mereka ke Islamabad pada hari Jumat, 10 April 2026, untuk bernegosiasi lebih lanjut guna mencapai kesepakatan yang konklusif untuk menyelesaikan semua perselisihan," tulisnya.

Posisi Pakistan dalam hal ini cukup unik. Mereka punya hubungan dekat dengan Trump, namun di sisi lain, sangat memerhatikan situasi di Iran yang merupakan tetangganya. Tak heran, dalam beberapa pekan terakhir, Islamabad muncul sebagai penengah yang kredibel dan saluran komunikasi rahasia antara Washington dan Teheran.

"Kami sangat berharap, bahwa 'Perundingan Islamabad' berhasil mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan," tambah Sharif penuh harap. "Dan ingin berbagi lebih banyak kabar baik di hari-hari mendatang."

Gencatan senjata yang jadi bahan pembicaraan ini sendiri terwujud dalam situasi yang sangat mendesak. Kesepakatan untuk berhenti tembak-menembak selama dua minggu itu dicapai kurang dari satu jam sebelum tenggat waktu ultimatum Trump untuk melancarkan serangan besar-besaran ke Teheran. Waktunya benar-benar mepet.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar