Di Balik Kemeriahan Akhir Tahun, Jaringan dan Pengusaha Hampers Bertaruh dengan Waktu

- Minggu, 28 Desember 2025 | 07:06 WIB
Di Balik Kemeriahan Akhir Tahun, Jaringan dan Pengusaha Hampers Bertaruh dengan Waktu

Perayaan Natal dan Tahun Baru selalu punya dua sisi. Di satu sisi, ada kemeriahan dan waktu berkumpul. Di sisi lain, bagi sebagian orang, justru ini adalah periode kerja paling sibuk. Cerita mereka seringkali tersembunyi di balik jaringan dan teknologi yang harus bekerja tanpa henti.

Indosat Ooredoo Hutchison, lewat semangat ANDAL-nya, mencoba hadir di momen-momen seperti ini. Bukan cuma soal menyediakan jaringan kuat, tapi juga menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat di penghujung tahun. Kisahnya nyata, dan dialami langsung oleh orang-orang seperti Dhina.

Herdhina Kamadhini, 37 tahun, adalah salah satunya. Perempuan yang biasa disapa Dhina ini adalah pelaku usaha hampers di Surabaya. Menjelang akhir tahun, pesanan di bisnisnya melonjak drastis. Tantangannya? Hampir semua proses usahanya mengandalkan dunia digital.

Dari terima pesanan lewat Instagram dan WhatsApp, chat dengan pelanggan, upload katalog, sampai atur pengiriman semuanya lewat internet. Gangguan koneksi sedikit saja, bisa berantakan semuanya. Makanya, Dhina mengandalkan IM3 Platinum di rumah sekaligus tempat produksinya.

“Di periode ramai seperti ini, koneksi internet benar-benar menentukan,” ujarnya suatu hari di akhir Desember.

“Kalau lambat sedikit, pelanggan bisa langsung berpindah. Mereka nggak akan tunggu.”

Dengan kuota besar dan koneksi yang diandalkannya, aktivitasnya bisa lancar bahkan di jam-jam paling padat. Omzetnya pun bicara. Biasanya Rp 4-6 juta per bulan, tapi saat musim hari raya, angka itu bisa melonjak sampai dua kali lipat. Perbedaan yang signifatif.

Namun begitu, di balik kelancaran yang dirasakan Dhina, ada cerita lain yang berjalan sunyi. Cerita tentang orang-orang yang memastikan jaringan itu sendiri tetap hidup. Mereka adalah para personel lapangan Indosat, yang sistem kerjanya justru semakin siaga saat orang lain liburan.

Deni Rahman, personel di wilayah Jawa Timur, adalah salah satu dari mereka. Bersama timnya, tugasnya adalah mengantisipasi dan menangani gangguan dengan cepat. Bagi Deni, pekerjaannya lebih dari sekadar menjaga sinyal.

“Ini tentang memastikan orang-orang bisa tetap terhubung dengan keluarga dan pekerjaannya,” ungkapnya.

“Apalagi kita tahu di penghujung tahun ini, musim hujan sudah melanda bahkan hampir setiap hari. Maka, kesiagaan harus menjadi fokus utama.”

Dukungan datang dari teknologi canggih seperti Artificial Intelligence dan pusat kendali operasi digital (DIOC) yang memungkinkan koordinasi real-time. Tapi pada akhirnya, yang di lapangan tetap manusia seperti Deni. Mereka tidak hanya merespons masalah, tapi juga berusaha mencegahnya lewat analisis data.

Persiapan matang sudah dilakukan sejak awal November. Deni menyebut, hanya untuk area Jawa Timur, mereka menambah ratusan cadangan baterai dan sejumlah genset. Semua untuk antisipasi jika listrik padam.

“Semoga liburan kali ini, seluruh pelanggan Indosat dapat menikmatinya dengan nyaman tanpa hambatan yang berarti,” tutup Deni. Sebuah harapan sederhana yang justru membutuhkan kerja keras luar biasa untuk mewujudkannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar