Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Ungkap Perpisahan Penuh Emosi di Media Sosial

- Selasa, 10 Februari 2026 | 22:50 WIB
Ryo Matsumura Tinggalkan Persija, Ungkap Perpisahan Penuh Emosi di Media Sosial

MURIANETWORK.COM - Gelandang Jepang Ryo Matsumura secara resmi meninggalkan Persija Jakarta setelah dipinjamkan ke Bhayangkara Presisi Lampung FC pada bursa transfer paruh musim Liga 1 2025-2026. Keputusan ini mengakhiri hampir tiga tahun kebersamaannya dengan klub ibu kota, sebuah periode yang diwarnai kontribusi signifikan namun juga tantangan pribadi, termasuk cedera dan sanksi. Melalui unggahan media sosial yang mengharukan, pemain berusia 31 tahun itu menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada klub, suporter Jakmania, dan semua pihak yang terlibat.

Perjalanan Berliku di Musim Terakhir

Musim terakhir Ryo Matsumura bersama Persija Jakarta memang tidak mudah. Cedera hamstring yang dialaminya memaksa sang pemain absen cukup lama, mengganggu ritme dan kontribusinya di lapangan. Penampilan perdananya musim ini, yang dilakukan sebagai pemain pengganti, pun berakhir dengan kekalahan Persija 0-1 dari Semen Padang. Situasi semakin rumit ketika Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi larangan bermain empat pertandingan kepada Ryo akibat ucapan tidak sportif kepada perangkat pertandingan. Rangkaian peristiwa ini, ditambah dengan keputusan klub untuk meminjamkannya, menciptakan momentum perpisahan yang penuh emosi.

Pesan Penuh Rasa Terima Kasih untuk Persija

Meski harus berpisah, Ryo Matsumura menegaskan ikatan emosionalnya yang kuat dengan Persija Jakarta. Perasaan tersebut dia tuangkan dalam sebuah pesan panjang di akun Instagram pribadinya, yang langsung mendapat respons hangat dari para penggemar.

“Untuk Persija dan Jakmania yang saya cintai. Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tulus karena telah mengizinkan saya menjadi bagian dari Persija selama hampir tiga tahun sebagai pemain Jepang pertama dalam sejarah klub besar ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya dari lubuk hati saya yang paling dalam,” tulisnya, Selasa (10/2/2026).

Ryo juga mengenang masa-masa sulit yang pernah dilalui klub, termasuk persoalan finansial yang sempat membayangi.

“Hingga musim lalu, tim harus berjuang melalui masa yang sangat sulit akibat permasalahan finansial. Ada masa ketika gaji tidak dibayarkan selama berbulan-bulan sejak awal musim, dan kami bahkan harus menjalani pertandingan tanpa penonton dengan stadion tertutup,” ungkapnya.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar