BANDUNG Langkah pertama di babak gawat sudah di depan mata. Rabu besok, 11 Februari 2026, Persib Bandung akan bertandang ke Thailand. Mereka menghadapi Ratchaburi FC di leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two. Laga bakal panas di Dragon Solar Park, Ratchaburi, tepat pukul 19.15 WIB.
Sebagai satu-satunya wakil Indonesia yang masih bertahan, beban di pundak Maung Bandung jelas tak ringan. Misi mereka sederhana tapi sulit: pulang dari kandang lawan tanpa kekalahan. Hasil imbang saja sudah bagus, itu akan memberi keuntungan psikologis yang besar untuk leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api seminggu kemudian.
Namun begitu, jalan menuju delapan besar itu pasti berliku. Fase grup sudah lewat, sekarang setiap detail berharga. Satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Persib datang dengan status juara Grup G, sementara Ratchaburi finis sebagai runner-up Grup F. Di atas kertas, keduanya punya modal yang sama: performa meyakinkan di fase sebelumnya.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, tampaknya sadar betul dengan hal ini. Ia mengakui laga nanti akan ketat, meski kedua tim pernah bermain imbang 2-2 dalam laga uji coba pramusim.
“Komposisi pemain sekarang sudah beda,” ujar Hodak di Thailand, Selasa (10/2). “Ada faktor kebugaran, cedera, dan adaptasi. Semua itu yang nanti menentukan.”
Dari ucapan itu, terasa sekali bahwa Hodak tak mau terbuai oleh hasil pertemuan lama. Situasinya sudah berubah total.
Di sisi lain, ambisi Ratchaburi justru menggebu. Bermain di depan pendukung sendiri, mereka ogah cuma main aman. Pelatih mereka, Worrawoot Srimaka, terang-terangan menargetkan kemenangan.
“Kami tahu ini pertandingan sulit. Tapi ini kandang kami. Kami akan berusaha sekuat tenaga meraih tiga poin,” tegas Srimaka.
Keyakinan Srimaka mungkin bersumber dari satu nama di skuadnya: Layvin Kurzawa. Bek kiri asal Prancis itu punya segudang pengalaman. Dia pernah main bersama Neymar di Paris Saint-Germain, bahkan merasakan atmosfer Liga Champions Eropa. Kehadirannya di lini belakang Ratchaburi jelas menambah warna dan kualitas. Persib harus ekstra waspada, terutama pada pergerakannya di sisi kiri dan situasi bola mati.
Secara taktis, Persib kemungkinan besar akan bermain lebih hati-hati. Disiplin bertahan dan serangan balik cepat jadi senjata andalan. Mereka butuh kecermatan membaca momen. Satu gol tandang jika aturannya masih sama bisa jadi harta karun yang menentukan nasib di agregat nanti.
Sebaliknya, Ratchaburi diprediksi bakal menekan sejak menit pertama. Mereka ingin memanfaatkan euforia kandang dan langsung unggul. Tekanan psikologis ini yang harus dihadapi pemain Persib.
Duel ini juga punya aroma persaingan regional Asia Tenggara. Meski dari negara berbeda, kedua klub sama-sama membawa harga diri wilayahnya. Suara gemuruh suporter di Dragon Solar Park pasti akan menciptakan atmosfer yang mencekam bagi tim tamu.
Intinya, hasil leg pertama ini akan membentuk strategi untuk pertemuan di Bandung. Menang tipis, imbang, atau kalah dengan selisih sedikit masih membuka peluang. Tapi ruang untuk salah akan semakin sempit.
Bagi Bobotoh di rumah, pertandingan ini bisa disaksikan lewat layar kaca. Siaran langsungnya ada di RCTI, atau lewat streaming di Vision . Jadi, meski digelar jauh di Thailand, dukungan dari Tanah Air tetap bisa mengalir.
Ini lebih dari sekadar pertandingan 90 menit. Ini ujian mental, kedewasaan taktik, dan konsistensi di panggung Asia. Apa yang terjadi di Ratchaburi besok, akan jadi fondasi bagi perjalanan Persib selanjutnya.
Ratchaburi FC vs Persib Bandung
Leg 1 – Babak 16 Besar AFC Champions League Two 2025/2026
Tempat: Dragon Solar Park, Ratchaburi
Hari/Tanggal: Rabu, 11 Februari 2026
Kick-off: 19.15 WIB
Siaran Langsung: RCTI
Live Streaming: Vision
Artikel Terkait
Persis Solo Resmi Rekrut Striker Liberia Abu Kamara dari PSM Makassar
Tottenham Hotspur Pecat Thomas Frank Usai Performa Buruk di Liga Primer
MRC Harum Lestari Hajar PS Telkom Makassar 11-0 di Liga 4 Sulsel
Timnas Indonesia U-17 Tantang China Lagi, Usai Dibantai Tujuh Gol Tanpa Balasan