Jakarta - Ramadan sudah di depan mata. Biasanya, arus informasi di dunia digital bakal makin deras dan sulit dikendalikan. Menyikapi hal ini, Novita Wijayanti, Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Gerindra, mengimbau masyarakat untuk lebih cermat. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang justru berpotensi memecah belah. Sebaliknya, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus dipegang erat.
Seruannya ini sebenarnya selaras dengan pesan yang kerap disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Beliau tak henti-hentinya mengajak semua komponen bangsa untuk bersatu padu, menjaga keutuhan NKRI.
"Kunci menjaga persatuan adalah literasi kebangsaan dan sikap dewasa dalam menyikapi perbedaan,"
kata Novita dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2).
Pernyataan itu disampaikannya langsung saat bertemu warga Desa Jeruklegi Wetan, di Cilacap, Jawa Tengah.
Bagi Novita, yang juga merupakan kader partai pimpinan Prabowo, teknologi digital itu ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, ia membuka pintu ilmu pengetahuan selebar-lebarnya. Namun di sisi lain, ruang digital juga bisa jadi ladang subur bagi hoaks dan ujaran kebencian. Makanya, menurutnya, masyarakat butuh 'filter kebangsaan' agar tidak terjerumus dalam polarisasi yang mengancam kerukunan.
Sebagai Ketua Umum Perempuan Indonesia Raya (PIRA), ia menegaskan bahwa Pancasila bukan cuma untuk dihafal. Nilai-nilainya harus diwujudkan dalam tindakan nyata, dimulai dari lingkup keluarga, tetangga, hingga kehidupan desa. Oleh karena itu, pihaknya bersama Partai Gerindra akan terus berupaya mengajak masyarakat untuk bersatu.
"Karena itu, sosialisasi Empat Pilar harus dilakukan secara berkelanjutan agar tetap menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,"
ujarnya lagi.
Artikel Terkait
Serangan Rudal Iran Lukai 14 Warga dan Rusakkan Wilayah Tengah Israel
Prabowo Kagumi Profesionalisme Prajurit Korsel dalam Kunjungan Perdana
Longsor Tutup Rel, KA Ciremai Terhenti di Bandung Barat
Jokowi Sampaikan Simpati dan Dukungan untuk Iran dalam Pertemuan dengan Dubes di Solo