West Ham United harus menerima kenyataan pahit di penghujung musim Premier League 2025/2026. Meskipun berhasil meraih kemenangan telak 3-0 atas Leeds United di London Stadium pada Minggu, 24 Mei 2026, The Hammers tetap dipastikan terdegradasi setelah finis di peringkat ke-18 klasemen akhir. Atmosfer stadion yang semula dipenuhi euforia berubah menjadi kesedihan mendalam begitu hasil pertandingan lain memastikan tim asal London Timur itu tak lagi memiliki peluang bertahan di kasta tertinggi sepak bola Inggris.
Di bawah arahan manajer Nuno Espírito Santo, West Ham tampil agresif dan mendominasi jalannya laga penutup musim tersebut. Taty Castellanos membuka keunggulan pada menit ke-66 melalui assist Mateus Fernandes, disusul gol Jarrod Bowen pada menit ke-78 yang menggandakan skor dengan penyelesaian klinis. Callum Wilson kemudian menutup pesta kemenangan menjadi 3-0 pada menit ke-90. Penampilan gemilang kiper Mads Hermansen dengan tiga penyelamatan penting turut menjaga clean sheet The Hammers sepanjang pertandingan.
Namun, kemenangan itu menjadi sia-sia setelah kabar dari laga lain mengubah segalanya. Di saat West Ham menang, Tottenham Hotspur justru meraih kemenangan tipis 1-0 atas Everton. Hasil tersebut membuat perolehan poin West Ham tidak cukup untuk keluar dari zona degradasi, meskipun mereka sudah mengamankan tiga poin penuh. Drama ini membuat London Stadium hening, dengan sebagian besar suporter tak percaya dengan hasil akhir musim yang harus mereka terima.
West Ham mengakhiri musim dengan catatan statistik yang mengecewakan: peringkat ke-18 dengan total 39 poin, hasil dari 10 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 19 kekalahan. Sepanjang musim, tim hanya mampu mencetak 46 gol sementara kebobolan 65 gol. Musim ini juga tercatat sebagai yang terburuk dalam lebih dari satu dekade terakhir, sekaligus mengakhiri 14 tahun masa bakti West Ham di Premier League sejak promosi pada tahun 2012.
Kegagalan ini bukanlah kebetulan, melainkan akumulasi dari berbagai masalah besar yang membelit klub sepanjang musim. Awal musim yang buruk di bawah asuhan Graham Potter yang dipecat setelah hanya lima pertandingan menjadi pukulan awal. Inkonsistensi permainan terus berlanjut setelah kedatangan Nuno Espírito Santo, ditambah periode Desember 2025 yang dipenuhi kekalahan beruntun. Lini pertahanan yang rapuh dengan 65 gol kebobolan menjadi salah satu faktor utama kejatuhan The Hammers.
Sementara itu, manajemen klub kini menghadapi tantangan besar untuk membangun ulang skuad dan mempersiapkan proyek baru di Championship. Degradasi ini menjadi pukulan telak bagi klub yang selama bertahun-tahun menjadi langganan Premier League, sekaligus ujian berat bagi para pengambil keputusan di balik layar untuk mengembalikan kejayaan West Ham United.
Artikel Terkait
Hercules Bantah Tudingan Intimidasi, Sebut Istri Jadi Korban Teror WhatsApp Ahmad Bahar
Listrik Sumut Pulih 100 Persen, Warga Medan Desak Kompensasi dari PLN
Puasa Tarwiyah 8 Dzulhijjah 1447 H Bertepatan Senin, Umat Islam Bisa Gabung Niat dengan Puasa Senin
Anggota Timwas DPR Apresiasi Dedikasi Petugas Haji 2026: Budaya Kerja Berubah Drastis