Serangan Rudal dan Drone Rusia Hujani Ukraina, Empat Tewas di Kharkiv dan Donetsk

- Senin, 25 Mei 2026 | 23:50 WIB
Serangan Rudal dan Drone Rusia Hujani Ukraina, Empat Tewas di Kharkiv dan Donetsk

Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Ukraina, kali ini menghujani Kota Kiev dengan puluhan rudal canggih dan ratusan drone. Gelombang serangan terbaru itu menewaskan sedikitnya empat orang di Kota Kharkiv dan Donetsk, memperpanjang daftar korban sipil dalam konflik yang telah memasuki tahun kelima.

Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa serangan pada hari Senin itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga melukai lebih dari belasan warga lainnya. Gubernur wilayah Kharkiv, Oleg Synegubov, menyatakan bahwa dua korban tewas adalah seorang pria lanjut usia berusia 68 tahun dan seorang pria dewasa berusia 25 tahun. Peristiwa itu terjadi di kota Dergachi, yang terletak di bagian timur laut Ukraina.

"Serangan di kota Dergachi di wilayah Kharkiv timur laut Ukraina menewaskan dua pria berusia 68 dan 25 tahun dan melukai hampir dua lusin lainnya," ujar Synegubov dalam pernyataan resminya.

Sementara itu, serangan terpisah dilaporkan terjadi di Kramatorsk, sebuah kota di wilayah Donetsk timur Ukraina. Wali Kota Kramatorsk, Oleksandr Goncharenko, mengonfirmasi bahwa peristiwa tersebut menewaskan dua orang. Wilayah Donetsk sendiri selama ini menjadi salah satu medan pertempuran paling sengit sejak invasi Rusia dimulai.

Pasukan Rusia sebelumnya berhasil menduduki sebagian besar wilayah perbatasan Kharkiv ketika mereka menginvasi pada tahun 2022. Namun, beberapa bulan kemudian, mereka dipukul mundur dalam serangan balasan Ukraina yang dinilai mempermalukan Kremlin. Meskipun demikian, serangan sporadis dari kedua pihak terus terjadi hingga kini.

Invasi Moskow, yang sejak awal bertujuan untuk memaksa Kyiv menyerah dengan cepat, justru berubah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Lebih dari ratusan ribu orang tewas di kedua pihak, dan jutaan lainnya terpaksa mengungsi meninggalkan rumah mereka.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia dan Ukraina sama-sama meningkatkan serangan mematikan. Eskalasi ini terjadi di tengah upaya yang dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri perang, namun terhambat karena perhatian Washington mulai teralihkan ke situasi di Timur Tengah. Perang yang tak kunjung usai ini terus meninggalkan luka mendalam bagi warga sipil yang terjebak di garis depan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar