Ararat-Armenia menghadapi krisis pemain bertahan menjelang leg pertama babak ketiga kualifikasi Liga Champions UEFA melawan NK Celje di Yerevan, Selasa (4/8/2026). Pelatih Manuel Tulipa harus merombak lini belakang setelah tiga pilar utamanya dipastikan absen karena cedera.
Masalah dimulai ketika Juan Balanta menepi, disusul Armen Hambardzumyan dan Kamo Hovhannisyan. Kondisi ini memaksa Tulipa melakukan eksperimen posisi pada laga sebelumnya demi menjaga kedalaman skuat.
"Kami terus mencari solusi pada posisi di mana kami memiliki pemain yang cedera. Masalah dimulai setelah cederanya Balanta, lalu Hambardzumyan juga mengalami cedera. Alhasil, kami menggunakan Hugo Oliveira di lini tengah," kata Tulipa dalam keterangan resmi sebelum laga.
Situasi ini juga berdampak pada opsi bek tengah. Julio Bueno yang biasa beroperasi di jantung pertahanan harus digeser ke posisi bek kanan. Tulipa mengakui pergeseran itu bukan pilihan ideal, tetapi pemain asal Brasil tersebut tampil meyakinkan.
"Anda benar: Julio Bueno lebih baik di bek tengah, tetapi dia juga tampil percaya diri saat bermain di posisi sayap. Tentu saja, dia tidak bisa sering maju ke depan, tetapi dia menjalankan tugas bertahannya dengan sangat baik. Kita akan lihat keputusan apa yang kita ambil untuk pertandingan mendatang," ujarnya.
Michel Ayvazyan, yang tampil impresif sebagai pemain pengganti di laga sebelumnya, berpeluang diturunkan sejak awal di lini tengah. "Kami memiliki beberapa opsi," tambah Tulipa.
Meski dihantam kendala komposisi, Ararat-Armenia tetap memasang target tinggi setelah menyingkirkan Riga dan Shamrock Rovers di babak kualifikasi sebelumnya. "Kami telah mencapai salah satu tujuan kami karena kami telah mengamankan kompetisi Eropa di musim gugur. Namun, dalam pertandingan mendatang, kami harus menunjukkan semua kemampuan kami. Lawan kami sangat kuat dan memiliki banyak pemain berkualitas tinggi di skuat mereka," kata Tulipa.
"Namun, rasa hormat kami terhadap Celje tidak berarti bahwa kami siap menyerah pada impian kami. Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk mencapai fase liga Champions League," tegasnya.
Jadwal kompetisi domestik yang berjalan beriringan turut memangkas waktu persiapan tim. Tulipa menilai hal itu sebagai tantangan berat namun positif. "Ini adalah masalah, tetapi ini adalah masalah yang bagus. Ada kesulitan yang baik dan buruk, dan ini adalah salah satu yang terbaik. Kami memiliki tanggung jawab untuk mewakili negara kami, dan tampil baik di liga domestik juga merupakan bagian dari tanggung jawab itu," jelasnya.
"Namun, memang benar bahwa kami akan memiliki sedikit waktu untuk bersiap menghadapi pertandingan. Ini akan sulit bagi kami dalam hal cedera dan reorganisasi tim karena pemain berbeda di posisi berbeda dapat mengalami cedera," sambungnya.
Menghadapi Celje yang lolos dramatis lewat adu penalti atas Egnatia, Tulipa meminta anak asuhnya tidak mengulangi kesalahan di babak sebelumnya. "Pertandingan menarik menanti kami, terutama bagi saya karena pelatih kepala Celje juga orang Portugal. Mereka adalah lawan yang sulit, tetapi kami akan mencoba memanfaatkan kelemahan mereka. Tentu saja, para pemain Celje juga akan mencoba melakukan hal yang sama," ujarnya.
"Dalam laga mendatang, sangat penting bagi kami untuk tetap rendah hati dan realistis setelah berhasil lolos melalui dua putaran. Kami perlu menghindari kesalahan yang kami buat pada leg kedua putaran kualifikasi pertama dan kedua serta menghasilkan penampilan yang konsisten dan percaya diri," tambahnya.
Tulipa juga membandingkan gaya bermain Celje dengan lawan sebelumnya. "Shamrock Rovers adalah tim yang lebih langsung dan lebih cepat. Tim asal Irlandia itu suka memanfaatkan lebar lapangan dan sangat sering menyerang melalui sisi kiri kami, menciptakan banyak bahaya di sana. Mengenai Celje, mereka memiliki beberapa pemain berkualitas tinggi yang pernah mewakili tim nasional mereka. Saya percaya Celje adalah tim yang lebih matang secara teknis dan beroperasi pada level yang lebih tinggi," paparnya.
Terakhir, Tulipa memberikan pembaruan kondisi medis tiga pemain kunci yang sedang menjalani pemulihan. "Kamo Hovhannisyan dan Armen Hambardzumyan belum siap untuk bermain, tetapi mereka melakukan segala kemungkinan untuk kembali secepat yang mereka bisa. Juan Balanta sudah berada di tahap akhir pemulihannya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Ararat-Armenia dan Celje Berebut Tiket Play-off Liga Champions
Shamrock Rovers Hadapi Ararat-Armenia Tanpa Dua Pilar di Kualifikasi Liga Champions