Sebanyak 32 siswa di Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang berasal dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dua di antaranya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah kondisinya memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Kepala Puskesmas Padarincang, Uni Suhuda, mengungkapkan bahwa seluruh siswa yang terdampak berasal dari SMAN 1 Padarincang. Mereka datang secara bertahap ke puskesmas sejak Rabu hingga Sabtu pekan lalu untuk memeriksakan diri setelah merasakan sejumlah gejala gangguan pencernaan.
“Total sebanyak 32 siswa yang datang ke puskesmas kami, rata-rata mereka dari SMAN 1 Padarincang,” kata Uni Suhuda saat dikonfirmasi pada Minggu (24/5/2026).
Menurut penjelasannya, keluhan yang dialami para siswa relatif seragam, mulai dari mual, muntah, sakit perut, hingga diare. Tim medis puskesmas kemudian melakukan observasi dan memberikan penanganan awal sesuai kondisi masing-masing pasien. Sebagian siswa hanya memerlukan obat oral dan dinyatakan sembuh, sementara lainnya mendapatkan terapi infus.
“Di Puskesmas kita lakukan observasi, kita infus, ada juga yang hanya kita kasih obat lalu sembuh. Semua keluhannya sama, mual, muntah, sakit perut, diare,” ujarnya.
Dari total pasien yang datang, dua siswa harus dirujuk ke rumah sakit karena membutuhkan tindakan medis lanjutan. Satu pasien dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, sementara satu lainnya ke Rumah Sakit Arafiq.
“Ada dua pasien yang setelah kita lakukan observasi ternyata butuh penanganan lanjutan, akhirnya kita rujuk ke RS Bhayangkara satu pasien, dan RS Arafiq satu pasien,” kata Uni.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai keluhan serupa yang dialami oleh masyarakat rentan, seperti ibu hamil atau lansia, di wilayah sekitar. Meski demikian, pihak puskesmas tetap mengimbau agar warga yang mengalami gejala serupa segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Sampai saat ini yang datang masih siswa sekolah, belum ada masyarakat rentan atau ibu hamil yang mengeluh. Kami mengimbau jika masyarakat rentan mengeluh, segera laporkan ke pihak puskesmas atau RS,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Pemkot Bontang Bangun Vila Premium di Atas Air untuk Tarik Wisatawan IKN
Polisi Pastikan Kabar Pocong di Depok Hoaks, Warga Diimbau Tak Percaya
Euforia Juara Persib: Bobotoh Difabel Ikut Konvoi, Wali Kota Ungkap Pemain Kehilangan Ponsel
Kecelakaan di Tol Layang Slipi, Dua Mobil Terlibat Tabrakan hingga Lalu Lintas Macet