MURIANETWORK.COM - Presiden Indonesia Prabowo Subianto direncanakan menghadiri rapat perdana Board of Peace (Dewan Perdamaian) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump di Washington D.C., pada 19 Februari 2026 mendatang. Kunjungan kerja ini juga akan dimanfaatkan untuk menandatangani perjanjian tarif dagang bilateral yang telah melalui proses negosiasi panjang antara kedua negara.
Agenda Diplomasi dan Ekonomi di Washington
Rencana kehadiran Presiden Prabowo dalam forum internasional itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026), Airlangga menjelaskan bahwa agenda kunjungan mencakup dua hal penting: menghadiri pertemuan Board of Peace dan melakukan penandatanganan Agreement on Reciprocal Tariff (ART) atau yang dikenal sebagai Tarif Trump.
“Mengenai pembaruan perundingan Indonesia-Amerika Serikat. Disampaikan bahwa Presiden rencananya akan menghadiri acara pada tanggal 19 (di AS), dan di sekitar tanggal tersebut juga akan ada rencana penandatanganan ART, Agreement on Reciprocal Tariff,” jelas Airlangga.
Latar Belakang Kesepakatan Tarif
Kesepakatan tarif ini merupakan hasil negosiasi yang cukup alot. Kebijakan tarif resiprokal yang awalnya diumumkan pemerintahan Trump untuk Indonesia sebesar 32 persen, akhirnya berhasil diturunkan menjadi 19 persen per 1 Agustus 2025 setelah pembicaraan intensif. Tarif ini diterapkan pada sejumlah produk ekspor unggulan Indonesia, seperti tekstil, minyak sawit mentah (CPO), dan barang elektronik. Pencapaian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga akses pasar ekspor di tengah dinamika perdagangan global.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Mulai Kunjungan Negara ke Jepang, Temui Kaisar dan PM
Anggaran Diskon Tiket Pelni Terserap 92,5%, Penumpang Capai 431.705 Orang
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra yang Cedera Jelang Final FIFA Series
BCA Ikut Earth Hour, Layanan Perbankan Tetap Berjalan Normal