Seorang muse model berinisial AJDV alias AWS menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya setelah terbukti menyebarkan kabar bohong tentang dirinya yang menjadi korban pembegalan di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Polisi meminta keterangan AWS terkait unggahan yang viral di media sosial, termasuk foto luka di kepala yang belakangan diketahui bukan akibat senjata tajam, melainkan bisul yang pecah.
“Ini sudah didalami, termasuk sudah dilakukan visum et repertum terhadap luka. Kami ulangi kembali, luka tersebut adalah bisul yang meletus. Jadi bukan karena bacokan pelaku begal,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (22/5/2026).
Budi menjelaskan, kasus ini bermula dari unggahan di media sosial yang menghebohkan publik dengan narasi dugaan aksi pembegalan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Peredaran Pornografi (PPA-PPO), Subdit PPA-PPO Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, dan Dokkes Polda Metro Jaya turun langsung menemui AJDV untuk melakukan klarifikasi.
“Nah, pada saat kemarin dilakukan undangan klarifikasi dari Direktorat Siber Polda Metro Jaya untuk mendalami apa motif dari yang bersangkutan,” jelasnya.
Polisi kemudian menduga adanya upaya membangun opini publik melalui narasi korban kriminalitas. Setelah pendalaman, fakta menunjukkan bahwa seluruh klaim tersebut tidak benar. “Apakah ada suatu upaya kelompok-kelompok tertentu membuat cipta kondisi dengan mengunggah, mengaku bahwa yang bersangkutan adalah bagian dari korban? Nah, itu yang ingin kita klarifikasi,” ucap Budi.
“Dan kami sampaikan pada konferensi pers ini bahwa berita tersebut adalah bohong,” imbuhnya.
Sementara itu, sehari sebelumnya, AJDV menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Kamis (21/5). Ia baru keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 20.26 WIB. Saat itu, AJDV tampak mengenakan jaket biru, wajahnya tertutup masker, dan kepalanya ditutupi hoodie. Ia keluar didampingi seorang wanita serta dua petugas kepolisian.
“Iya (diperiksa) di Siber dalam rangka meminta penjelasan yang bersangkutan,” kata Budi saat dihubungi wartawan, Kamis (21/5).
Ketika wartawan berusaha menggali keterangan, AJDV hanya menangis tersedu-sedu tanpa menjawab satu pun pertanyaan. Tak lama kemudian, ia langsung meninggalkan lokasi. Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik penyebaran informasi palsu tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam skenario pembentukan opini publik.
Artikel Terkait
Menkeu Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000 Meski Sempat Terjun Bebas ke Bawah 6.000
Polda Metro Jaya Ungkap 870 Kasus Kejahatan Jalanan Sepanjang Mei 2026
Menteri PU Buka Suara soal Tanda Tangannya Dipalsukan Oknum Pegawai Internal
Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Garuda untuk Misi Perdamaian PBB di Lebanon