Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Garuda untuk Misi Perdamaian PBB di Lebanon

- Jumat, 22 Mei 2026 | 18:30 WIB
Panglima TNI Lepas 744 Prajurit Garuda untuk Misi Perdamaian PBB di Lebanon

Sebanyak 744 prajurit TNI resmi diberangkatkan untuk bergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pelepasan kontingen tersebut dilakukan langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam sebuah upacara militer di Lapangan Prima Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengungkapkan rincian jumlah personel yang dikerahkan. Dari total 744 prajurit, sebanyak 571 personel berasal dari TNI Angkatan Darat, 79 personel dari TNI Angkatan Laut, 63 personel dari TNI Angkatan Udara, dan 31 personel lainnya dari jajaran Markas Besar TNI. Seluruh prajurit ini tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Satgas TNI Konga) UNIFIL untuk tahun anggaran 2026.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa pengiriman pasukan ini merupakan wujud nyata kepercayaan komunitas internasional terhadap kapasitas dan profesionalisme prajurit Indonesia. Misi tersebut, menurut Agus, bukan sekadar tugas operasional, melainkan juga simbol pengakuan atas dedikasi TNI dalam menjaga perdamaian dunia.

"Dalam amanatnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa keikutsertaan TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk kepercayaan internasional terhadap profesionalisme prajurit Indonesia," ujar Nyoman dalam keterangannya, Jumat (22/5/2026).

Di sisi lain, Jenderal Agus juga memberikan penekanan khusus kepada seluruh personel yang akan bertugas. Ia meminta agar setiap prajurit senantiasa menjaga nama baik bangsa dan institusi TNI selama berada di daerah misi. Tak hanya itu, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi salah satu poin utama yang ditekankan dalam arahannya.

"Panglima TNI juga menekankan agar seluruh personel menjaga nama baik Indonesia dan Pasukan Garuda selama bertugas di daerah misi, mematuhi standar operasional prosedur (SOP), meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi, serta menjaga moral dan kesehatan selama penugasan," kata Nyoman menirukan amanat Panglima.

Pelepasan ini menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam berkontribusi pada misi pemeliharaan perdamaian di bawah naungan PBB, sebuah peran yang telah dijalani secara konsisten oleh TNI selama beberapa dekade terakhir.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar