Pameran seni bertajuk Art with Heart 2026 kembali digelar oleh Panasonic-GOBEL Group di Gandaria City, Jakarta, pada 21 hingga 24 Mei 2026, memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya. Program ini terus membuka ruang yang lebih luas bagi seniman difabel untuk berkembang, berkarya, dan terhubung dengan dunia seni profesional maupun pasar kreatif.
Kurator pameran "KAMI" ART with HEART, Ina Silas, menyatakan bahwa seni rupa Indonesia telah mendapat banyak apresiasi di berbagai ajang internasional. Ia berharap karya seniman berkebutuhan khusus juga bisa mendapatkan pengakuan serupa dari masyarakat dan pecinta seni. "Saya berharap semakin banyak karya mereka mengisi ruang-ruang galeri maupun kegiatan art fair," ujarnya di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Tahun ini, pameran mengusung tema "KAMI" yang sarat makna kebersamaan. Dalam budaya Indonesia, "KAMI" dimaknai sebagai keterlibatan bersama dalam melakukan aktivitas. Sementara itu, dalam budaya Jepang, kata tersebut memiliki arti spirit positif yang hidup di alam dan lingkungan keluarga untuk mendorong kehidupan yang lebih baik di masa depan.
Penyelenggara mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem seni yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya menjadi ruang pamer karya, tetapi juga wadah pemberdayaan bagi seniman difabel agar semakin percaya diri dan mandiri melalui karya yang mereka hasilkan.
Menurut Ina, program ini diawali melalui pameran dan lelang karya seniman difabel bersama seniman ternama untuk memperluas eksposur publik. Pada 2025, program berlanjut melalui pengembangan kapasitas lewat kolaborasi karya produk elektronik bersama seniman senior sebagai mentor. "Eksposur yang luas, sebagaimana yang dilaksanakan oleh Panasonic-GOBEL, akan menjadi motivasi bagi seniman difabel untuk terus mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka," jelasnya.
Acara tahun ini menghadirkan dua kegiatan utama. Pertama, business matching yang mempertemukan dunia usaha dengan seniman difabel sebagai mitra kreatif profesional. Melalui kegiatan ini, berbagai contoh kolaborasi yang telah berhasil ditampilkan guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Kedua, charity sale yang menampilkan 70 karya dari seniman senior dan seniman difabel. Selain menjadi ruang apresiasi seni, kegiatan ini juga membuka peluang pendapatan bagi para seniman. Sebagian hasil penjualan karya akan digunakan untuk mendukung kemandirian seniman difabel melalui yayasan yang terlibat dalam program.
Berbagai aktivitas kreatif juga dihadirkan untuk pengunjung, seperti tote bag painting dan social media challenge dengan hadiah bertema ART with HEART. Kehadiran aktivitas ini diharapkan dapat mendekatkan masyarakat dengan nilai inklusivitas melalui pendekatan seni yang hangat dan interaktif.
Perwakilan Panasonic-GOBEL Group, M. Arif Rachmat Gobel, mengatakan seni memiliki kekuatan untuk membuka peluang kehidupan yang lebih mandiri bagi para seniman difabel. "Seni menjadi jembatan menuju kemandirian. Kami ingin menciptakan peluang nyata agar seniman difabel dapat berkembang secara mandiri, termasuk melalui kolaborasi dan akses pasar," jelas Arif.
Sebagai bagian dari perjalanan 70 tahun Panasonic-GOBEL Group di Indonesia, ART with HEART menjadi bentuk kontribusi sosial yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pembangunan masyarakat yang lebih setara. Program ini memperlihatkan bahwa seni, inklusivitas, dan kepedulian dapat berjalan beriringan untuk menghadirkan perubahan yang bermakna.
Artikel Terkait
Polri Tegaskan Penindakan ODOL Dimulai 1 Januari 2027, Negara Tak Lagi Biarkan Pelanggaran
Kebakaran Landa Pos Jaga Satpas SIM Jakarta Barat, 35 Personel Dikerahkan Padamkan Api
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Kalbar dan Jakarta dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang Bauksit
Hujan Lebat dan Angin Kencang Rusak Tujuh Rumah serta Satu Sekolah di Aceh Barat