Persib Bandung Larang Suporter Persijap Hadir di Laga Pamungkas Super League 2025-2026

- Rabu, 20 Mei 2026 | 22:20 WIB
Persib Bandung Larang Suporter Persijap Hadir di Laga Pamungkas Super League 2025-2026

Persib Bandung secara resmi melarang kehadiran suporter Persijap Jepara pada laga pamungkas Super League 2025-2026 yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026) sore. Keputusan ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi kompetisi yang hingga saat ini masih memberlakukan larangan bagi suporter tim tamu untuk hadir langsung di stadion.

Laga antara Persib dan Persijap diprediksi akan menyedot perhatian besar publik sepak bola nasional. Meski demikian, Persib menegaskan bahwa seluruh pihak wajib menghormati aturan kompetisi demi menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung.

Larangan tersebut tercantum dalam Pasal 5 ayat 7 Regulasi Kompetisi Super League 2025/2026. Dalam aturan itu dijelaskan bahwa seluruh pertandingan sepak bola Indonesia selama masa transisi transformasi sepak bola nasional belum dapat dihadiri oleh suporter klub tamu. Regulasi yang sama juga menegaskan bahwa klub bertanggung jawab penuh atas kehadiran suporternya jika terjadi pelanggaran. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap aturan dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembenahan sepak bola nasional.

Sebagai peserta kompetisi, Persib menegaskan komitmennya untuk menjalankan seluruh ketentuan yang berlaku sekaligus mengajak seluruh elemen sepak bola melakukan hal serupa.

Head of Communication PT Persib Bandung Bermartabat, Adhi Pratama, menyatakan bahwa transformasi sepak bola Indonesia membutuhkan dukungan bersama, termasuk dalam hal menghormati aturan yang telah disepakati.

“Sepak bola Indonesia saat ini sedang bergerak menuju ekosistem yang lebih aman, tertib, dan profesional. Dalam proses tersebut, kepatuhan terhadap ketentuan kompetisi menjadi fondasi penting yang perlu dijaga bersama,” ujar Adhi.

“Persib berkomitmen untuk menjalankan setiap aturan yang berlaku sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap keberlangsungan kompetisi dan perkembangan sepak bola nasional,” tambahnya.

Adhi menegaskan bahwa kebijakan larangan suporter tamu bukanlah upaya untuk membatasi antusiasme pendukung klub. Menurut dia, aturan tersebut merupakan bagian dari proses transisi sepak bola nasional yang perlu dihormati oleh seluruh pihak.

“Dukungan suporter selalu menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola. Namun dalam situasi saat ini, menghormati ketentuan yang berlaku justru menjadi bentuk dukungan yang paling berarti,” katanya.

“Kepatuhan terhadap aturan membantu menjaga aspek keselamatan, keamanan pertandingan, kenyamanan seluruh pihak, sekaligus melindungi klub dari potensi konsekuensi akibat pelanggaran,” ucapnya.

Karena itu, Persib mengimbau seluruh pendukung Persijap Jepara untuk tidak hadir di Stadion GBLA. Pendukung tim tamu diminta memberikan dukungan dari rumah atau melalui titik nonton bersama resmi yang telah disediakan. Menurut Adhi, kecintaan terhadap klub tidak selalu harus diwujudkan lewat kehadiran langsung di stadion. Menghormati aturan, kata dia, juga menjadi bentuk dukungan penting bagi kemajuan sepak bola Indonesia.

“Kami percaya setiap suporter memiliki kecintaan yang besar terhadap klubnya masing-masing. Justru karena rasa cinta itu, kami berharap teman-teman suporter Persijap dapat memberikan dukungan dengan cara yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

“Menghormati aturan hari ini bukan sekadar bentuk kepatuhan, tetapi kontribusi nyata untuk membantu menghadirkan sepak bola Indonesia yang semakin baik di masa depan,” katanya.

Persib berharap semangat sportivitas, saling menghormati, dan kesadaran menjaga ketertiban terus tumbuh di tengah seluruh elemen sepak bola nasional. Dengan begitu, proses transformasi kompetisi dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan membanggakan bagi para pencinta sepak bola Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags