Hujan lebat yang disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Aceh Barat sejak Rabu sore, 20 Mei 2026, menyebabkan kerusakan pada tujuh unit rumah dan satu bangunan sekolah. Peristiwa ini juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang yang menimpa permukiman dan tempat usaha warga di beberapa kecamatan.
Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan kerusakan dari sejumlah lokasi. "Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah pohon tumbang hingga menimpa rumah warga dan tempat usaha di beberapa kecamatan," ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Pusdalops-PB BPBD Aceh Barat, kerusakan terjadi di rumah Sufriati, warga Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga. Selain itu, rumah milik Syamaun Abdullah di Desa Gleng, Kecamatan Sungai Mas, juga mengalami kerusakan. Bangunan tempat usaha milik Yulina di Desa Kuala Bhee, Kecamatan Woyla, serta rumah Usman Fauji di Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla, dilaporkan mengalami kerusakan berat pada bagian atap akibat 35 lembar seng yang terlepas.
Sementara itu, rumah milik Tgk Zulkarna di Desa Kajeung, Kecamatan Sungai Mas, tertimpa pohon durian yang tumbang. Rumah milik Fauzan di Desa Sipot, Kecamatan Sungai Mas, juga tercatat mengalami kerusakan. Bencana ini turut merusak bagian atap SMP Negeri 5 Woyla, Kecamatan Woyla, yang hingga kini belum mendapatkan penanganan fisik di lapangan.
Di Kecamatan Bubon, rumah milik Aisyah, warga Desa Kuta Padang, mengalami kerusakan cukup parah di bagian atap akibat terjangan angin puting beliung. Rumah tersebut juga belum mendapatkan penanganan.
Menanggapi situasi ini, BPBD Aceh Barat telah mengerahkan petugas ke sejumlah lokasi kejadian untuk melakukan pemantauan, pengkajian, dan pendataan terhadap seluruh bangunan yang terdampak. "Sejak menerima laporan kemarin (Rabu, 20 Mei 2026), tim gabungan langsung bergerak melakukan penanganan respons cepat. Beberapa titik material pohon tumbang yang menimpa bangunan mulai dibersihkan secara bergotong royong," kata Teuku Ronal.
Teuku menjelaskan, penanganan dampak bencana ini dapat berjalan dengan cepat berkat sinergi yang solid di lapangan antara BPBD Aceh Barat, Damkar dan Rescue Regu I, Tim Damkar Pos Woyla, unsur TNI/Polri, aparatur desa setempat, serta partisipasi aktif dari masyarakat. BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk susulan berupa angin kencang dan hujan lebat yang masih berpeluang terjadi.
Artikel Terkait
Polisi Tembak Dua Pelaku Begal Bersajam di Jakarta, Buru Dua Pelaku Lain
Polri Tegaskan Penindakan ODOL Dimulai 1 Januari 2027, Negara Tak Lagi Biarkan Pelanggaran
Kebakaran Landa Pos Jaga Satpas SIM Jakarta Barat, 35 Personel Dikerahkan Padamkan Api
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi di Kalbar dan Jakarta dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tambang Bauksit