Menkeu Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000 Meski Sempat Terjun Bebas ke Bawah 6.000

- Jumat, 22 Mei 2026 | 18:40 WIB
Menkeu Yakin IHSG Bisa Kembali ke Level 8.000 Meski Sempat Terjun Bebas ke Bawah 6.000

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan optimisme bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu kembali menembus level 8.000, meskipun pada pembukaan perdagangan hari ini sempat terperosok ke bawah level 6.000. Keyakinan itu disampaikan di tengah gejolak pasar yang sempat memicu kekhawatiran investor.

Pada penutupan perdagangan, IHSG berhasil bangkit dan ditutup menguat 18,5 poin atau 0,30 persen ke level 6.113. Purbaya menilai, pergerakan harga saham pada akhirnya akan ditentukan oleh fundamental masing-masing perusahaan yang berakar pada kondisi perekonomian nasional.

“Bisa (ke level 8.000). Karena gini, pada akhirnya pergerakan harga saham itu tergantung kepada fundamental perusahaannya sendiri kan. Itu akan dimulai oleh fundamental perekonomian,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang solid akan mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan-perusahaan yang tercatat di bursa. “Kalau ekonominya bagus, profitability juga meningkat. Jadi harusnya sih, nggak mungkin kalau perusahaannya untung, sahamnya jatuh. Berarti, undervalued, beli aja pasti untungnya,” ujar dia.

Purbaya pun mengajak investor untuk tidak takut berinvestasi di pasar saham. Ia meyakinkan bahwa pemerintah akan terus memperbaiki fundamental ekonomi. “Jadi nggak usah takut kalau main pasar saham, kita akan perbaikin terus ekonominya ke depan. Dan makin cepat, makin cepat, makin cepat lagi. Jadi tinggal tunggu waktu saja, nggak lama kalau nggak salah, sampai harga IHSG akan rebound lagi. Saya pikir sih, kalau lihat dari teknikalnya sih, minggu depan udah lari kencang,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menepis anggapan bahwa merosotnya IHSG merupakan respons terhadap pembentukan badan ekspor oleh pemerintah. Ia menekankan bahwa koreksi pasar adalah hal yang wajar dan tidak terkait dengan kebijakan tersebut.

“Pertama, lihat IHSG hari ini hijau. Sebetulnya IHSG itu kan kemarin ada apa indeks daripada emiten yang keluar dari lembaga rating. Nah, tentu koreksi itu suatu hal yang wajar, ada koreksi di market. Tidak (tidak ada sentimen badan ekspor),” kata Airlangga.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags