PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, yang berperan sebagai Subholding Gas Pertamina, menyatakan kesiapannya untuk menyerap pasokan gas bumi dari proyek raksasa Abadi LNG di Blok Masela. Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan kesepakatan prinsip-prinsip komersial utama, atau agreements in principle, dengan Inpex Corporation, operator blok tersebut.
Kesepakatan strategis itu ditandatangani dalam ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026. Direktur Utama PGN, Arief K Risdianto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber gas domestik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
"Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen nyata PGN dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber gas domestik untuk kebutuhan pelanggan, sekaligus sebagai bagian dari Pertamina Group dalam perannya memenuhi kebutuhan energi dan pondasi ketahanan energi nasional," ujar Arief di Jakarta, Kamis (21/6/2026).
Melalui kesepakatan ini, PGN dan Inpex bersama mitra joint venture, yaitu PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Petronas Masela Sdn. Bhd., akan melanjutkan kerja sama ke tahap yang lebih mengikat. Tahapan berikutnya adalah penyusunan Perjanjian Jual Beli atau Sale and Purchase Agreement (SPA) untuk pasokan LNG dan gas bumi.
Peran PGN sebagai pembeli domestik tidak hanya bertujuan mempercepat proyek Abadi LNG menuju Keputusan Investasi Akhir. Lebih dari itu, langkah ini menjadi sinergi kuat di dalam internal Holding Migas Pertamina, di mana PHE bertindak di sisi hulu (upstream) dan PGN mengamankan di sisi hilir (downstream). Sinergi hulu-hilir ini diyakini memastikan sumber energi domestik Indonesia dapat dinikmati secara optimal oleh masyarakat serta industri nasional.
Di sisi lain, kebijakan ini sejalan dengan arahan pemerintah Indonesia untuk memaksimalkan utilisasi sumber daya alam domestik demi mendukung pertumbuhan ekonomi. Gas bumi juga diposisikan sebagai energi transisi yang lebih ramah lingkungan, sehingga langkah ini sekaligus menjawab tantangan transisi energi nasional.
Dengan volume cadangan gas Blok Masela yang sangat besar, kerja sama ini diproyeksikan mampu menjaga stabilitas pasokan energi bersih di Indonesia dalam jangka panjang. Hal ini sekaligus memperkokoh posisi Pertamina Group sebagai pilar utama ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Rupiah Terperosok ke Rp17.667 per Dolar AS, Tertekan Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed
Carsurin Tetap Bagi Dividen Rp962 Juta Meski Laba Bersih Anjlok 75 Persen
Charoen Pokphand Bagikan Dividen Rp2,95 Triliun, Setara Rp180 per Saham
IHSG Terjun Bebas 2,12 Persen ke 6.184, Tertekan Suku Bunga BI dan Arus Keluar Modal Asing