Sampoerna Tebar Dividen Rp6,55 Triliun, Laba Bersih Stabil di Tengah Tekanan Industri Rokok

- Rabu, 20 Mei 2026 | 17:50 WIB
Sampoerna Tebar Dividen Rp6,55 Triliun, Laba Bersih Stabil di Tengah Tekanan Industri Rokok

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen tunai senilai Rp6,55 triliun atau setara Rp56,3 per saham untuk tahun buku 2025, angka yang relatif tidak berubah dibandingkan periode sebelumnya. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 18 Mei 2026, di mana para pemegang saham menyetujui alokasi dividen sebesar 99,95 persen dari total laba bersih perseroan.

Sepanjang tahun 2025, Sampoerna mencatatkan penjualan sebesar Rp112,7 triliun, sejalan dengan volume penjualan sebanyak 79,4 miliar batang rokok. Capaian ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai pemimpin pasar di industri tembakau dengan pangsa pasar mencapai 30,7 persen. Presiden Direktur Sampoerna, Ivan Cahyadi, menyatakan bahwa strategi perusahaan saat ini difokuskan pada inovasi dan penguatan portofolio produk yang berorientasi pada konsumen dewasa.

"Kami terus menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan memperkuat aktivitas hilirisasi di industri tembakau, sekaligus berkontribusi terhadap penciptaan nilai di seluruh rantai pasok," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Rabu, 20 Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mempertahankan kepemimpinan di seluruh segmen di tengah dinamika industri yang terus berkembang.

Di sisi lain, perekonomian Indonesia dinilai masih resilien pada 2025, meskipun industri tembakau menghadapi tantangan yang cukup berat. Tekanan pada daya beli masyarakat mendorong fenomena downtrading ke segmen rokok di bawah tier 1 serta meningkatnya peredaran rokok ilegal. Hal ini tercermin dari kinerja industri yang mencatat penurunan angka penjualan rokok sekitar tiga persen.

Segmen rokok tier 1 menjadi yang paling terdampak, dengan pangsa pasarnya merosot dalam enam tahun terakhir dari 80 persen pada 2019 menjadi hanya 50 persen pada kuartal I-2026. Kondisi serupa juga terlihat pada penjualan rokok tier 1 Sampoerna yang turun 8,7 persen pada kuartal pertama, dengan penurunan tajam terjadi pada segmen Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang padat karya.

Namun demikian, di tengah tekanan penjualan, laba kotor Sampoerna justru tumbuh 11,2 persen menjadi Rp11,2 triliun pada 2025. Peningkatan ini didukung oleh inisiatif strategi harga yang diterapkan di tengah lingkungan bisnis yang menantang. Sementara itu, laba bersih perusahaan tercatat relatif stabil untuk tahun penuh 2025, yakni sebesar Rp6,6 triliun, yang merefleksikan fundamental bisnis yang kuat dan konsistensi dalam mengeksekusi strategi.

Posisi keuangan Sampoerna hingga akhir 2025 juga terbilang solid, dengan ekuitas mencapai Rp28,3 triliun dan saldo laba yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp6,55 triliun. Harga saham HMSP ditutup di level Rp720 pada sore hari, mencerminkan dividend yield sekitar 7,82 persen. Berikut jadwal pembagian dividen yang telah diumumkan: cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 26 Mei 2026, ex dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 29 Mei 2026, cum dividen di pasar tunai pada 2 Juni 2026, ex dividen di pasar tunai pada 3 Juni 2026, dan pembayaran dividen pada 19 Juni 2026.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar