Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penguatan ekonomi berbasis desa menjadi salah satu pilar utama strategi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkokoh fondasi ekonomi nasional. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyebut program koperasi desa dan koperasi kelurahan Merah Putih sebagai motor penggerak penciptaan lapangan kerja formal baru di tingkat desa. Menurutnya, setiap koperasi membutuhkan sekitar 17 tenaga kerja.
“Setiap koperasi butuh 17 pekerja,” ujar dia di hadapan anggota dewan.
Berdasarkan asumsi tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa dari 1.061 koperasi yang telah beroperasi, pemerintah berhasil membuka sekitar 18.000 lapangan kerja baru. Ia menegaskan bahwa pekerjaan itu diprioritaskan bagi warga desa setempat.
Pemerintah, lanjut dia, telah menyiapkan berbagai program lanjutan dalam kerangka Kabinet Merah Putih untuk memperluas penciptaan lapangan kerja. Program tersebut mencakup pengembangan desa nelayan, pembangunan rumah subsidi, hingga berbagai proyek yang masuk dalam Klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Menurutnya, terdapat sekitar 60 program prioritas yang akan dijalankan hingga 2026 sebagai bagian dari strategi pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat.
Sementara itu, dalam pidato yang sama, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap membutuhkan investasi asing, namun tidak boleh bergantung sepenuhnya pada modal luar negeri. Ia menekankan pentingnya kemandirian nasional dalam menggerakkan perekonomian dengan memaksimalkan potensi dan kekuatan dalam negeri.
“Kita butuh investasi dari luar, tapi kita tidak mau tergantung hanya pada investasi luar,” katanya.
Prabowo juga menyerukan pentingnya rasa percaya diri sebagai bangsa besar yang memiliki sejarah perjuangan panjang. Ia mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang berhasil meraih kemerdekaan melalui perjuangan melawan penjajahan. Menurutnya, kekuatan bangsa Indonesia terletak pada nilai-nilai budaya seperti gotong royong, saling membantu, dan solidaritas sosial.
“Kita percaya kepada gotong royong, saling mendukung, dan saling membantu. Itu budaya kita,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi dasar dalam membangun sistem ekonomi nasional yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. “Ekonomi kita harus ekonomi Pancasila, ekonomi kerakyatan yang berkeadilan sosial dan berpihak kepada seluruh rakyat Indonesia,” kata Prabowo.
Artikel Terkait
DPR Janji Bentuk Undang-Undang Khusus untuk Jamin Kesejahteraan Guru Swasta
Sidang Suap Bea Cukai: Kode ‘SIS’, ‘SS’, dan ‘OC’ Terungkap sebagai Tanda Amplop untuk Pejabat
Polri Targetkan Nol Pelanggaran ODOL pada 2027, Tegaskan Penegakan Hukum Tanpa Kompromi
Warga Sipil Terluka Kena Pantulan Peluru saat Polisi Militer Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas di Cileungsi