Warga Sipil Terluka Kena Pantulan Peluru saat Polisi Militer Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas di Cileungsi

- Rabu, 20 Mei 2026 | 19:30 WIB
Warga Sipil Terluka Kena Pantulan Peluru saat Polisi Militer Gerebek Lokasi Pengoplosan Gas di Cileungsi

Seorang warga sipil terluka akibat terkena pantulan peluru saat aparat Polisi Militer (Pomdam) III/Siliwangi menggerebek lokasi pengoplosan gas bersubsidi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa itu diduga melibatkan oknum anggota TNI AD yang menjadi pelindung atau beking praktik ilegal tersebut.

Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/1 Bogor, Letkol Cpm Anggi Wahyu Hardiyanto, menjelaskan kronologi kejadian itu berawal dari laporan masyarakat. Satuan Tugas Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi kemudian menindaklanjuti informasi mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD sebagai pelindung lokasi pengoplosan gas.

“Kronologi pada saat itu Satlak Lidpamfik Pomdam III/Slw menindaklanjuti informasi masyarakat, mengenai adanya dugaan keterlibatan oknum anggota TNI AD sebagai pelindung (beking) lokasi pengoplosan gas bersubsidi,” kata Letkol Anggi saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026).

Saat tiba di lokasi, tim Pomdam justru mendapat perlawanan dari sekelompok warga. Dalam situasi yang semakin mendesak, personel di lapangan melepaskan tembakan peringatan ke udara sesuai prosedur operasi standar (SOP). Namun, serpihan atau pantulan peluru dari tembakan tersebut mengenai bagian bahu kanan seorang warga.

“Namun saat tim melakukan upaya penegakan hukum di lokasi, terjadi situasi di mana tim mendapatkan hambatan berupa perlawanan dari sekelompok warga setempat,” ujar Anggi.

“Dalam kondisi yang mendesak tersebut, personel di lapangan mengeluarkan tembakan peringatan ke udara sesuai SOP untuk mengendalikan situasi. Namun terdapat satu warga sipil yang terkena rekoset (pantulan) atau dampak dari tembakan tersebut pada bagian bahu sebelah kanan,” sambungnya.

Setelah insiden itu, korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, kasus tersebut kini telah ditangani oleh Pomdam III/Siliwangi di Bandung. Anggi menegaskan bahwa prioritas utama saat itu adalah menyelamatkan korban.

“Segera setelah kejadian, prioritas utama adalah menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Permasalahan ini sudah dalam penanganan penyelidikan Pomdam III/Slw dan keterangan lebih lanjut akan dijelaskan oleh Pen Kodam III/Slw,” kata Anggi.

Di sisi lain, peristiwa yang terjadi pada Selasa (11/5) dinihari itu sempat viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, korban tampak mengalami luka di bahu akibat insiden tersebut. Anggi membenarkan bahwa anggota yang bertugas di lokasi merupakan bagian dari Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi.

“Yang pasti (kasus) itu sudah ditangani Pomdam Siliwangi di Bandung. Anggotanya pun (yang ada di lokasi saat kejadian), anggota Satlak Lidpamfik Pomdam III/Siliwangi,” ujarnya.

Letkol Anggi menambahkan, tim Pomdam bergerak berdasarkan informasi dari masyarakat dan jaringan intelijen. Saat tiba di Kampung Kirab, Kecamatan Cileungsi, mereka justru dihadang dan dikeroyok oleh warga yang keluar secara tiba-tiba.

“Singkatnya gini, jadi mereka (anggota Pomdam III/Siliwangi) ini dapat informasi dari masyarakat juga, dari jaringan juga, ada pengoplos gas subsidi diduga dibekingi oknum TNI AD, makanya (anggota pomdam) langsung bergerak ke sana,” kata Anggi.

“Begitu sampai ke sana, tiba-tiba masyarakat muncul keluar, dikeroyok lah mereka (anggota pomdam). Betul, (anggota Pomdam) dikeroyok,” imbuhnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar