Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan Empat Orang, Dua Selamat

- Senin, 09 Maret 2026 | 09:55 WIB
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan Empat Orang, Dua Selamat

Gunungan sampah di TPST Bantargebang, Bekasi, tiba-tiba longsor dan merenggut nyawa empat orang. Mereka adalah pemulung, sopir truk, dan seorang pedagang kopi yang beraktivitas di lokasi itu.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo, mengonfirmasi identitas korban pada Senin (9/3/2026).

"Korban meninggal dunia masing-masing berinisial S (60) seorang pedagang kopi di lokasi, E.W. (26) pemulung, D.S. (22) sopir truk asal Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, dan I.S. (40) yang juga bekerja sebagai sopir truk," jelasnya.

Di sisi lain, ada kabar baik di tengah musibah ini. Dua orang sopir truk, berinisial J dan R, berhasil selamat dari timbunan sampah yang tiba-tiba ambrol itu.

Menurut sejumlah saksi, bencana terjadi Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB. Lokasinya di zona 4C TPST DKI, Kelurahan Cikiwul. Tumpukan sampah yang runtuh bukan main langsung menutup jalan, menghancurkan warung kopi, dan menimpa truk-truk yang sedang parkir atau beroperasi.

Ceritanya begini. Seorang petugas keamanan yang baru saja dari warung kopi mendengar teriakan warga. Dia lari melihat, dan yang tampak adalah gunungan itu sudah ambles. Jalan tertutup total, warung dan beberapa truk hilang tertimbun. Suasana langsung panik.

Informasi pun segera menyebar lewat grup komunikasi. Dalam waktu singkat, anggota polsek yang dapat laporan langsung bergegas ke TKP. Mereka mulai mengecek, mendata, dan berusaha mengevakuasi. Sampai sekarang, pencarian masih terus dilakukan pakai ekskavator. Masih ada kemungkinan korban lain yang tertimbun.

Proses evakuasi ini melibatkan banyak pihak. TNI-Polri, BPBD dari Bekasi dan Jakarta, Basarnas, Damkar, PMI, sampai relawan dan aparat setempat semua turun tangan. Kerja sama mereka dibutuhkan untuk menguras tumpukan sampah yang begitu besar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri dan Wakapolda Dekananto Eko Purwono juga datang langsung. Mereka meninjau lokasi, memastikan proses pencarian berjalan maksimal.

"Fokus kita sekarang adalah menemukan korban yang mungkin masih ada di dalam," begitu kira-kira arahan mereka kepada personel gabungan di lapangan.

Sementara itu, kerugian materi masih dihitung. Polisi juga masih menyelidiki apa yang sebenarnya memicu longsoran mematikan di tempat pembuangan akhir terbesar itu. Bantargebang sekali lagi menunjukkan betapa rentannya kita berhadapan dengan persoalan sampah yang tak kunjung usai.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar