Jakarta Tim nasional Oman akhirnya mengumumkan lawan-lawan yang bakal mereka hadapi di FIFA Matchday Juni 2026 nanti. Dua pertandingan sudah dijadwalkan: melawan Indonesia dan Kuwait.
Lewat akun Instagram Federasi Sepak Bola Oman, terungkap bahwa mereka akan terbang ke Indonesia untuk bertanding pada 5 Juni. Setelah itu, giliran Kuwait yang jadi lawan, tepatnya pada 9 Juni di Kuwait. Lumayan padat jadwalnya.
Namun begitu, sampai berita ini ditulis, PSSI belum angkat bicara secara resmi. Belum ada pernyataan soal laga persahabatan kontra Oman. Lokasi pertandingan Indonesia versus Oman sendiri sudah dikonfirmasi bakal digelar di Jakarta. Tapi stadion mana? Masih tanda tanya.
Menurut pantauan di lapangan, kalau pertandingan ini benar-benar terjadi, Indonesia punya peluang untuk menambah pundi-pundi poin FIFA. Per 1 April 2026, posisi Indonesia masih di peringkat 122. Sementara Oman bertengger di urutan 79. Jauh, memang. Tapi bukan berarti mustahil.
Bermain di kandang sendiri jelas jadi keuntungan. Apalagi kalau stadion penuh sesak oleh suporter. Itu bisa jadi energi tambahan buat pasukan John Herdman. Meski begitu, kita belum tahu pasti stadion mana yang bakal dipakai. Semoga yang kapasitasnya gede, ya.
Di sisi lain, ada cerita agak unik soal laga Oman versus Kuwait. Kabarnya pertandingan itu bakal digelar di Bangkok, Thailand. Aneh? Iya. Belum jelas apakah itu salah ketik atau memang sengaja. Tapi mengingat situasi geopolitik di Timur Tengah yang lagi panas-panasnya, wajar kalau tempatnya digeser ke lokasi yang lebih netral.
Yang jelas, FIFA Matchday Juni nanti bakal jadi momen krusial buat Indonesia. Bukan cuma soal gengsi, tapi juga soal peringkat. Dan siapa tahu, dengan dukungan penuh dari suporter, kejutan bisa terjadi.
Artikel Terkait
Menteri Haji Usul Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Persiapan Ibadah dan SDM
Warga Condet Rasakan Manfaat Air PAM, Biaya Rumah Tangga Lebih Hemat
Pemprov Banten Bentuk Dinas Sumber Daya Air Khusus Tangani Banjir
Dudung Abdurachman Bantah Punya Dapur MBG, Tuding Namanya Diseret ke Kasus BGN