Seorang pelajar berinisial EF (17) ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke laut saat berfoto di Tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Insiden yang terjadi di salah satu spot foto di bibir tebing itu menjadi pengingat pahit bahwa keindahan alam tidak boleh mengesampingkan kewaspadaan. Korban sempat berjuang melawan arus sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Tebing Apparalang, yang terletak di Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, telah lama menjadi destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Bulukumba. Lokasinya berjarak sekitar 183 kilometer atau lima jam perjalanan dari Kota Makassar menggunakan kendaraan roda empat. Berbeda dengan pantai pada umumnya, objek wisata ini tidak menawarkan hamparan pasir putih, melainkan tebing-tebing karang alami yang menjulang langsung menghadap laut lepas. Perpaduan warna air laut biru kehijauan, batuan karst, dan vegetasi hijau di atas tebing menciptakan panorama yang memanjakan mata. Suasana alami ini menjadikan Apparalang sebagai tempat pelarian dari hiruk pikuk perkotaan.
Salah satu daya tarik utama Apparalang adalah area tangga dan dermaga kayu di bawah tebing. Untuk mencapainya, pengunjung harus menuruni anak tangga yang cukup curam. Dari dermaga inilah banyak foto estetik beredar di media sosial, dengan latar laut jernih dan tebing batu yang menjulang. Beberapa netizen bahkan menyebut nuansa visualnya mirip dengan spot foto ala penyanyi SZA. Namun, keindahan ini memerlukan kewaspadaan ekstra karena lokasinya yang berada di tepi tebing dan langsung berhadapan dengan laut terbuka.
Selain spot foto ikonik, Apparalang juga menawarkan pemandangan laut dari atas tebing. Air laut yang bening memperlihatkan gradasi warna biru yang memukau, terutama saat cuaca cerah. Pengunjung dapat menikmati hembusan angin laut sambil menyaksikan gugusan batu karang di sekitar perairan. Dengan harga tiket masuk sekitar Rp10 ribu per orang, destinasi ini menjadi salah satu panorama bahari paling ikonik di Sulawesi Selatan.
Untuk memastikan kunjungan tetap aman, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Hindari berdiri terlalu dekat dengan bibir tebing saat berfoto. Perhatikan kondisi cuaca dan ombak sebelum turun ke area dermaga kayu. Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin. Jangan memaksakan diri mengambil foto di posisi berisiko hanya demi mendapatkan sudut terbaik. Selalu awasi anak-anak dan anggota keluarga saat berada di area tebing.
Keindahan Apparalang memang sulit untuk dilewatkan, namun peristiwa baru-baru ini menjadi pengingat bahwa menikmati alam tidak hanya soal mengabadikan momen, tetapi juga memahami batas aman. Dengan tetap berhati-hati, pesona laut biru dan tebing eksotis Apparalang akan menjadi pengalaman yang indah sekaligus aman untuk dikenang.
Artikel Terkait
Claro Makassar Run 2026 Digelar 28 Juni, Hadirkan Dua Kategori Baru 5K dan 10K
Trump: Israel dan Iran Sepakat Tidak Saling Serang Selama Seminggu
BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5 Persen dan Beri Insentif Demi Tarik Investasi Asing
BI Naikkan Suku Bunga Acuan ke 5,50 Persen, Perkuat Stabilisasi Rupiah di Tengah Gejolak Global