HARIAN, SAMARINDA – Menang besar itu memang manis. Tapi kadang, sepahit apa pun hasil lawan, posisi di puncak belum tentu bergeser. Borneo FC baru saja membantai Semen Padang malam tadi. Skor telak. Namun, mereka tetap belum bisa menyalip Persib Bandung di singgasana klasemen.
Meski begitu, jangan buru-buru tutup buku. Peluang Borneo FC untuk jadi juara Super League musim ini masih menganga lebar. Kok bisa? Ya, karena dua pesaing utama di atas sana tiba-tiba oleng. Persija Jakarta cuma mampu bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta. Sementara itu, Persib yang sebelumnya kokoh hanya ditahan 0-0 oleh Arema FC di kandang sendiri. Ironis, ya?
Nah, hasil-hasil ini sejatinya jadi celah emas buat Pesut Etam. Saat ini, Borneo FC duduk di peringkat kedua dengan 63 poin dari 28 laga. Persib masih di atas dengan 66 poin, tapi sudah memainkan 29 pertandingan. Selisih tiga poin, dengan satu laga tunda di tangan. Hitung-hitungannya sebenarnya sederhana: kalau menang, poin bisa sama. Tapi, kenapa mereka belum juga naik ke puncak?
Di sinilah letak rumitnya. Regulasi kompetisi ternyata punya aturan sendiri. Bukan cuma soal poin. Kalau angka sama, yang dilihat pertama adalah rekor pertemuan langsung alias head to head. Dan dalam catatan itu, Persib masih unggul. Mereka punya satu kemenangan dan satu hasil imbang atas Borneo FC musim ini. Artinya, semelempem apa pun Maung Bandung, selama rekor ini belum terbalik, posisi mereka aman. Kemenangan besar sekalipun ya, sekelas 5-0 misalnya belum cukup buat menggeser mereka dari kursi panas.
Peluang Masih Terbuka
Tapi jangan salah. Gagal kudeta di pekan ini bukan berarti segalanya berakhir. Masih ada jalan. Syaratnya, Borneo FC harus tampil sempurna di sisa laga. Nggak boleh ada satu pun poin tercecer. Dan di saat bersamaan, mereka perlu berharap Persib terpeleset. Mungkin sekali, dua kali, atau lebih.
Borneo FC masih punya enam pertandingan. Tiga di kandang, tiga di luar. Jadwalnya lumayan berat. Ada duel tandang melawan Bali United yang pasti bakal jadi ujian mental dan fisik. Ada juga lawan dari papan bawah macam Persijap Jepara, yang kadang justru lebih berbahaya karena mereka bermain tanpa beban.
Kalau mereka bisa menyapu bersih enam laga itu, poin maksimal yang bisa diraih adalah 81. Tapi skenario itu baru berarti kalau Persib kehilangan poin di beberapa pertandingan. Tanpa itu, semua kerja keras bisa sia-sia. Begitulah sepak bola. Kadang adil, kadang tidak.
Hitung-hitungan Juara
Dari simulasi yang beredar, Borneo FC minimal bisa mengoleksi 77 poin jika mengikuti tren hasil yang ada. Tapi untuk benar-benar mengunci gelar, mereka harus ambil semuanya. Nggak ada kata "hampir" di papan klasemen.
Sementara di kubu Persib, jadwal mereka juga nggak ringan. Beberapa pertandingan berat masih menanti. Kalau Maung Bandung kehilangan poin di dua laga saja misalnya imbang atau kalah maka pintu itu akan terbuka lebar. Tapi ya itu, semuanya masih tergantung konsistensi.
Persaingan sekarang benar-benar ketat. Setiap pertandingan terasa seperti final. Borneo FC nggak cuma dituntut menang, tapi juga harus menjaga ritme, menjaga fokus, dan yang paling penting tidak boleh lengah. Karena dalam sepak bola, satu detik bisa mengubah segalanya. (")
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Terpaksa Lolos Q1 di Moto3 Spanyol, Catat Waktu Lebih Cepat tapi Peringkat ke-16
Persib Imbang Tanpa Gol Lawan Arema, Bobotoh Kritisasi Performa Marc Klok
MotoGP Spanyol 2026 Siap Digelar Akhir Pekan Ini, Bezzecchi Incar Kemenangan Keempat Beruntun
Veda Ega Pratama Terlempar ke Q1 Moto3 Spanyol, Unggul Tipis dari Rival Malaysia