Saham LPPF dan ASGR Anjlok ke ARB Usai Ex Dividen, Terjebak Fenomena Dividend Trap

- Jumat, 24 April 2026 | 11:15 WIB
Saham LPPF dan ASGR Anjlok ke ARB Usai Ex Dividen, Terjebak Fenomena Dividend Trap

IDXChannel Dua saham, PT MDS Retailing Tbk (LPPF) dan PT Astra Graphia Tbk (ASGR), kompak terperosok di perdagangan Jumat (24/4/2026). Kejadian ini bukan tanpa sebab. Hari ini adalah ex date alias momen di mana hak atas dividen sudah lewat.

Hingga pukul 10.30 WIB, saham LPPF sudah menyentuh batas auto reject bawah (ARB). Ambrolnya Rp290 atau 15 persen, menjatuhkan harga ke level Rp1.650. Padahal, antrean beli di harga dasar masih cukup tebal. Yang menarik, penurunan ini ternyata lebih dalam dari nilai dividen yang cuma Rp250 per saham.

Nasib serupa menimpa ASGR. Sahamnya anjlok Rp265 atau 13,7 persen ke Rp1.665. Lagi-lagi, penurunannya jauh lebih besar dibandingkan dividen yang ditawarkan, yaitu Rp211 per saham. Keterpurukan ini langsung mendorong keduanya ke puncak daftar top losers hingga siang hari. Di sisi lain, tekanan ini juga dibarengi dengan IHSG yang ambrol lebih dari 2,5 persen.

Menurut jadwal, LPPF akan menyalurkan dividen tunai ke rekening investor pada 4 Mei 2026. Sementara ASGR baru mencairkannya pada 13 Mei 2026. Jadi, masih ada waktu buat investor yang sabar.

Fenomena ini sebenarnya klasik. Anjloknya harga kedua saham menciptakan apa yang disebut "dividend trap". Intinya, harga saham saat cum date turun lebih dalam daripada nilai dividen. Jebakan ini terutama berlaku bagi mereka yang baru membeli saham mendekati atau pas cum date. Jadi, jangan kaget kalau ada yang merasa terjebak.

Meski begitu, baik LPPF maupun ASGR sebenarnya menawarkan dividend yield yang menggiurkan. Yield LPPF saat cum date mencapai 12,8 persen, sementara ASGR di angka 10,9 persen. Tapi ya itu tadi, jebakannya tetap ada.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar