Pemerintah Indonesia dan Singapura kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral, dengan fokus utama pada penguatan ketahanan rantai pasokan di tengah ketidakpastian global. Pernyataan ini disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Enam Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral Singapura-Indonesia (6WG MM) ke-16 yang digelar di Jakarta pada Selasa (9/6).
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong, menekankan bahwa hubungan ekonomi kedua negara telah terjalin erat selama beberapa dekade. “Singapura dan Indonesia memiliki hubungan ekonomi yang telah terjalin sejak lama, yang terjalin selama beberapa dekade kemitraan,” ujarnya dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura.
Menurut Gan Kim Yong, kedua negara sepakat untuk membangun rantai pasokan yang tangguh sekaligus menciptakan peluang baru di berbagai sektor strategis. Beberapa bidang yang menjadi prioritas antara lain ekonomi digital, ekonomi hijau, infrastruktur industri, dan teknologi pertanian. Kesepakatan ini, kata dia, mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga arus perdagangan meskipun kondisi global tidak menentu.
Pertemuan 6WG sendiri merupakan platform ekonomi utama yang mempertemukan kedua negara untuk memajukan kerja sama di enam bidang spesifik: Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) serta kawasan ekonomi khusus lainnya; investasi; tenaga kerja; transportasi; agrobisnis; dan pariwisata. Dalam forum tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, bersama Gan Kim Yong membahas peluang memperdalam kolaborasi antar dunia usaha dan memperluas investasi di sektor-sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian kedua negara.
Di kawasan BBK, kedua negara tengah mendorong transformasi wilayah tersebut menjadi pusat digital yang dinamis. Rencana ini mencakup perluasan Zona Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa serta komitmen pendirian pusat data baru oleh DayOne dan PT Equator Gate System di Batam, serta DCI Indonesia di Bintan. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Singapura dan Indonesia akan bersama-sama melakukan studi mengenai sektor teknologi di BBK guna mengidentifikasi peluang masa depan dan merumuskan rekomendasi konkret bagi pertumbuhan.
Sementara itu, dalam bidang investasi lintas batas, Kendal Industrial Park (KIP) sebuah kolaborasi industri unggulan antara Singapura dan Indonesia akan merayakan sepuluh tahun berdirinya pada November tahun ini. Kawasan ini tengah memperluas lahan tambahan seluas 1.000 hektar dalam pengembangan Tahap 2 untuk mengkatalisasi investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Di sektor ekonomi hijau, perusahaan-perusahaan dari kedua negara juga memperdalam kerja sama pada sejumlah bidang yang menjadi kepentingan bersama. Salah satu proyek yang menonjol adalah pembangkit listrik tenaga surya Sembcorp-PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) yang saat ini tengah dibangun dan ditargetkan rampung pada tahun depan. Proyek ini akan menjadi salah satu pembangkit listrik tenaga surya skala utilitas terbesar di Indonesia, dengan kapasitas 200 MW dan sistem penyimpanan energi baterai sebesar 80 MWh.
Selain itu, Singapura dan Indonesia juga mengembangkan proyek percontohan biogas-to-biometanol pertama di Indonesia yang berlokasi di Sumatera Utara melalui proyek biofuel CRecTech-Pertamina. Di bidang agritech, Program Pengembangan Petani Muda direncanakan memulai program perdananya pada Juni 2026 untuk memperdalam kerja sama kedua negara dalam teknologi pertanian.
Kedua pihak juga menegaskan kembali pentingnya menjaga lingkungan bisnis yang kondusif dan stabil guna mendukung kepercayaan investor jangka panjang serta pertumbuhan yang berkelanjutan. Komitmen ini, menurut para menteri, menjadi fondasi bagi hubungan ekonomi bilateral yang semakin kokoh di tengah dinamika global.
Artikel Terkait
Serangan Israel di Iran Tewaskan Dua Personel Pertahanan Udara dan Seorang Pegawai Pemkot Teheran
Warga dan Aparat Gabungan Gerebek Transaksi Obat Keras di BKT Jakarta Timur, Tiga Pelaku Kabur
Sepasang Kekasih Selamat Usai Mobil Terjun dari Flyover Gubeng Akibat Cekcok di Dalam Kabin
Vasko Ruseimy Ditunjuk Pimpin Tim Pemenangan Ade Jona Prasetyo di Munas HIPMI