AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran sebagai Respons Penembakan Helikopter Apache di Selat Hormuz

- Rabu, 10 Juni 2026 | 05:30 WIB
AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran sebagai Respons Penembakan Helikopter Apache di Selat Hormuz

Militer Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk melancarkan serangan proporsional terhadap Iran sebagai respons langsung atas insiden penembakan helikopter Apache di Selat Hormuz pada hari sebelumnya. Langkah ini diumumkan secara resmi oleh Komando Pusat AS melalui unggahan di platform media sosial X, sebagaimana dilaporkan oleh AFP pada Rabu (10/6/2026). Serangan tersebut disebutkan mulai dilaksanakan pada pukul 17.00 waktu setempat atau pukul 04.00 WIB, berdasarkan arahan langsung dari Panglima Tertinggi.

Dalam pernyataan resminya, Komando Pusat AS menegaskan bahwa misi ini merupakan bentuk pembelaan diri. “Pasukan Amerika mulai melancarkan serangan pertahanan diri terhadap Iran sebagai respons terhadap jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS kemarin,” tulis pernyataan tersebut. Lebih lanjut, mereka menyebut operasi ini sebagai “respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.”

Insiden bermula ketika sebuah helikopter Apache milik AS jatuh di wilayah perairan Selat Hormuz yang berada dalam teritorial Iran. Presiden AS saat itu, Donald Trump, menyatakan bahwa helikopter tersebut sengaja ditembak jatuh oleh pihak Iran. Tidak ada korban luka di antara awak pesawat, namun Trump menegaskan bahwa AS akan membalas serangan tersebut. “Amerika Serikat harus balas serangan ini,” ujarnya dalam sebuah pernyataan terpisah.

Tidak lama setelah pengumuman dari Washington, media Iran melaporkan bahwa suara ledakan terdengar di kawasan pantai selatan Iran yang berdekatan dengan Selat Hormuz. Situasi ini menambah ketegangan di kawasan yang sudah lama menjadi pusat konflik kepentingan antara kedua negara.

Helikopter Apache yang jatuh itu merupakan pesawat berawak kedua yang dikonfirmasi oleh Washington ditembak jatuh oleh Iran selama perang Timur Tengah. Sebelumnya, sebuah pesawat tempur F-15 dilaporkan hilang pada bulan April akibat aksi serupa. Rangkaian insiden ini menjadi ancaman terbaru terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung sejak 8 April, terutama di tengah upaya negosiasi damai antara AS dan Iran yang masih berjalan alot.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar