Pengantar Jenazah Amuk dan Tenda Bus Transjakarta di Depok, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi

- Selasa, 17 Maret 2026 | 18:50 WIB
Pengantar Jenazah Amuk dan Tenda Bus Transjakarta di Depok, Berakhir Damai Lewat Mediasi Polisi

Kejadian itu sempat ramai di linimasa. Seorang pria, disebut-sebut sebagai pengantar jenazah, mengamuk dan menendang bus Transjakarta di kawasan Sawangan, Depok. Untungnya, kasus panas ini akhirnya berhasil diredakan lewat jalur mediasi.

Menurut sejumlah saksi, suasana saat itu memang sangat mencekam. Kemacetan parah terjadi di kedua arah jalan. Pria berkemeja hitam dan berpeci itu terlihat berjalan mendekati bus yang terjebak. Wajahnya merah, emosinya jelas memuncak.

Dia mulai berteriak, memaksa sopir bus untuk segera melaju.

"Lu belok sana g"k lu!" hardiknya kasar.

Dari dalam bus, seorang penumpang yang merekam kejadian itu membalas, "Ini mentok."

"Ini jauh, lu belok sini!" jawab pria itu lagi, tak peduli.

Si perekam video kemudian berusaha menenangkan, "Nggak usah mukul."

Tapi amarahnya sudah meluap. Bukannya mundur, pria itu malah menendang bodi bus Transjakarta sekuat tenaga. Tak cukup sampai di situ, dia juga menggeser spion kendaraan itu sembari terus melontarkan umpatan, sebelum akhirnya pergi meninggalkan lokasi dengan langkah cepat.

Heboh di dunia maya pun tak terelakkan. Video insiden itu menyebar cepat, memicu berbagai spekulasi. Namun, polisi bergerak tangkas. Kedua belah pihak sang pelaku dan perwakilan Transjakarta dibawa ke Polsek Pancoran Mas untuk didamaikan.

Proses mediasi pun berjalan. Dalam ruang itu, nada bicara yang sebelumnya keras berubah pelan.

"Jadi sudah saling memaafkan seperti itu dan mau diselesaikan secara kekeluargaan?" tanya polisi yang memimpin.

Pria berambut gondrong itu menjawab, "Tadi saya barusan bicara disini ya karena kita sama-sama untuk saling bermaafan."

Keduanya kemudian saling menyalami, menandakan persoalan telah usai. Langkah ini diunggah akun Instagram resmi Polres Metro Depok. Mereka menegaskan komitmen untuk merespons cepat laporan masyarakat, apalagi yang sudah viral. Penanganan yang tepat, tulis mereka, diharap bisa meredakan ketegangan dan mencegah konflik serupa terulang di jalan raya.

Begitulah akhir kisahnya. Sebuah letupan emosi di tengah kemacetan, yang berakhir dengan jabat tangan di sebuah kantor polisi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar