Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok

- Jumat, 01 Mei 2026 | 04:15 WIB
Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok

Bogor – Hujan deras bikin terowongan Tugu Pancakarsa di Jalan Alternatif Sentul, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kebanjiran. Air menggenang lumayan tinggi. Penyebabnya? Selain curah hujan yang memang gila-gilaan, drainase di sana ternyata mampet gara-gara sampah.

"Ya, karena hujan deras dengan intensitas tinggi dan ada penyumbatan sampah di aliran pembuangan air dari jalan menuju drainase, jadilah jalan itu banjir," jelas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani, pada Kamis (30/4/2025).

Menurut Adam, kejadiannya sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu hujan sedang turun dengan sangat lebat. Ketinggian air mencapai kurang lebih 25 cm. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat kacau. Macet, pokoknya.

"Ketinggian banjir kurang lebih 25 cm," ujarnya lagi.

Tim BPBD pun langsung turun tangan. Mereka melakukan penyedotan di titik-titik genangan. Untungnya, penanganan tidak berlangsung lama hanya sekitar satu setengah jam. Kini, banjir sudah mulai surut. Lalu lintas pun perlahan-lahan kembali normal.

"Dilakukan penyedotan di lokasi banjir. Durasi penanganan sekitar 1,5 jam. Kondisi saat ini sudah berangsur normal, banjir sudah surut," kata Adam.

Namun begitu, Adam menekankan bahwa ini bukan solusi jangka panjang. Menurut dia, perlu ada penanganan lebih lanjut dari instansi terkait. Soalnya, kalau cuma disedot doang, kejadian serupa bisa terulang lagi kapan saja.

"Perlu penanganan lebih lanjut dari instansi terkait agar kejadian tidak berulang," tandasnya.

Di sisi lain, kejadian ini jadi pengingat lagi soal pentingnya menjaga kebersihan saluran air. Sampah yang dibuang sembarangan yah, ujung-ujungnya balik lagi ke kita sendiri. Macet, banjir, dan waktu terbuang percuma.

(sol/wnv)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar