Talud penahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Ambon, Maluku, ambruk setelah diterjang longsor. Akibatnya, sepuluh kerangka manusia berserakan bercampur dengan material longsor.
Kejadian ini berlangsung pada Selasa malam, 28 April. Hujan deras mengguyur Kota Ambon tanpa henti. Air yang terus mengalir akhirnya membuat struktur talud tak mampu bertahan.
“Longsor itu juga merusak makam hingga kerangka jenazah berserakan bersama material longsor di halaman masjid,” ujar Natsir Rumra, Pengurus Masjid Muhajirin.
Lokasi persisnya ada di TPU Galunggung, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau. Tepat di sisi kiri Masjid Muhajirin. Menurut Natsir, hujan turun begitu lebat tanpa jeda pada malam Rabu.
“Hujan tanpa jeda pada malam Rabu mengakibatkan talud penahan TPU di sisi kiri Masjid Muhajirin ambruk,” jelasnya.
Suasana malam itu, menurut sejumlah saksi, cukup mencekam. Material longsor turun bersamaan dengan pecahan batu nisan. Kerangka-kerangka itu kini sudah mulai dikumpulkan oleh warga dan pengurus masjid. Namun, proses evakuasi masih berlangsung hingga berita ini ditulis.
Editor: Raditya Aulia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Pentagon Ungkap Biaya Perang Lawan Iran Tembus 25 Miliar Dolar AS
Polisi Periksa Pengemudi Taksi Online dan Petugas KAI sebagai Saksi Kunci Tabrakan Kereta di Bekasi
Bandara APT Pranoto Samarinda Jajaki Kerja Sama dengan AirAsia untuk Buka Rute Baru
Kimmich Syok: PSG Hajar Bayern 5-4 di Semifinal Liga Champions