Harga BBM Malaysia Stabil, Selisih Tipis dengan Indonesia untuk Bensin Nonsubsidi

- Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30 WIB
Harga BBM Malaysia Stabil, Selisih Tipis dengan Indonesia untuk Bensin Nonsubsidi

Kementerian Keuangan Malaysia memastikan tidak ada perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk periode 11 hingga 17 Juni 2026, sebuah keputusan yang kontras dengan kondisi di Indonesia yang baru saja mengalami lonjakan harga signifikan.

Untuk jenis bensin dengan nilai oktan (RON) 95 non-subsidi, Malaysia mematok harga sebesar 3,72 ringgit Malaysia per liter. Jika dikonversi menggunakan kurs 1 ringgit setara Rp4.385 per 13 Juni 2026, angka tersebut berarti Rp16.312 per liter. Sementara itu, di Indonesia, bensin dengan oktan sejenis, yakni Pertamax Green 95, saat ini dibanderol Rp17.000 per liter setelah mengalami kenaikan sebesar Rp4.100 dari harga sebelumnya.

Perbandingan harga ini menunjukkan selisih yang cukup tipis untuk kategori BBM nonsubsidi, namun disparitas terlihat jelas pada jenis bahan bakar bersubsidi. Malaysia masih memberlakukan harga khusus untuk RON 95 bersubsidi melalui skema Budi Madani, yaitu 1,99 ringgit per liter atau sekitar Rp8.726. Fasilitas ini, bagaimanapun, hanya diperuntukkan bagi warga negara Malaysia pemegang surat izin mengemudi (SIM) yang sah dengan kuota bulanan yang telah dinaikkan menjadi 200 liter.

Di Indonesia, daftar harga BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026 menunjukkan bahwa Pertamax dengan RON 92 naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Turbo RON 98 masih bertahan di angka Rp20.750 per liter. Untuk kategori diesel, Dexlite dengan cetane number (CN) 51 tetap di Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex CN 53 juga tidak berubah di Rp24.800 per liter.

Di sisi lain, Malaysia juga menawarkan RON 97 nonsubsidi seharga 4,35 ringgit per liter atau sekitar Rp19.075. Untuk bahan bakar diesel, harga diesel standar B10/B15 di Semenanjung Malaysia mencapai 4,67 ringgit per liter (Rp20.470), sementara varian Euro 5 B7 lebih mahal 20 sen menjadi 4,87 ringgit per liter (Rp21.345).

Namun, terdapat perbedaan signifikan untuk wilayah khusus seperti Sabah, Sarawak, dan Labuan. Di daerah tersebut, diesel mendapat subsidi khusus dari pemerintah sehingga harganya hanya 2,15 ringgit per liter atau setara Rp9.428, jauh lebih murah dibandingkan harga di Semenanjung Malaysia maupun di Indonesia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar