PSSI menyampaikan permohonan maaf kepada publik sepak bola Indonesia setelah Timnas Indonesia kembali gagal melaju ke semifinal Piala AFF. Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, memastikan federasi akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kegagalan tersebut.
Kepastian itu disampaikan setelah Skuad Garuda hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Jalan Besar Stadium, Kallang, Singapura, Jumat (7/8/2026). Hasil itu membuat Indonesia gagal memenuhi target semifinal untuk kali kedua secara beruntun.
Kegagalan ini memicu kekecewaan luas di kalangan suporter. Harapan besar sempat mengiringi perjalanan tim karena diperkuat sejumlah pemain naturalisasi dan dianggap mampu bersaing memperebutkan gelar juara.
Yunus Nusi, yang menyaksikan langsung pertandingan di Singapura, mengaku memahami perasaan kecewa masyarakat. "Kemarin saya menyaksikan langsung anak-anak bertanding di Stadion Jalan Besar, Singapura. Seperti yang kita lihat, anak-anak gagal melanjutkan ke fase berikutnya setelah bermain seri dengan Singapura," ujarnya dalam keterangan resmi PSSI, Senin (10/8/2026).
"Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," sambungnya.
Evaluasi Menyeluruh
Yunus menegaskan kegagalan ini akan menjadi bahan evaluasi PSSI. Menurut dia, evaluasi merupakan proses rutin yang dilakukan federasi, tidak hanya saat tim mengalami kegagalan, tetapi juga setelah meraih prestasi.
"Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas, seperti saat melawan Mozambik, Oman, atau saat Timnas Wanita meraih juara Piala AFF Putri di Malaysia," tuturnya.
Evaluasi tersebut akan melibatkan sejumlah unsur di tubuh PSSI. Yunus menyebut Ketua Umum PSSI akan berdiskusi dengan Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), serta jajaran pelatih untuk menentukan langkah berikutnya.
"Evaluasi dan diskusi selalu dilakukan oleh Ketua Umum bersama Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan pelatih. Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," jelas pria asal Gorontalo itu.
Perjalanan di Grup A
Perjalanan Indonesia di Grup A sejatinya dimulai dengan hasil meyakinkan. Skuad Garuda menghancurkan Kamboja 5-1 pada laga pembuka, kemudian melanjutkannya dengan kemenangan 3-0 atas Timor Leste.
Namun, laju positif tersebut terhenti ketika menghadapi Vietnam. Indonesia takluk 0-3, sehingga pertandingan terakhir melawan Singapura menjadi penentu nasib mereka di Piala AFF 2026.
Sayangnya, Indonesia hanya mampu bermain imbang 1-1. Hasil tersebut membuat Skuad Garuda harus mengakhiri perjuangan di fase grup.
Indonesia akhirnya finis di peringkat ketiga Grup A dengan tujuh poin. Vietnam keluar sebagai juara grup dengan 10 poin, sedangkan Singapura menempati posisi kedua dengan delapan poin sekaligus memastikan tiket ke semifinal.
Artikel Terkait
PSSI Minta Publik Tak Hujat Pemain dan Pelatih Usai Timnas Tersingkir dari Piala AFF 2026
PSSI Jadwalkan Evaluasi Kinerja John Herdman Usai Gagal di Piala AFF 2026
Evaluasi Piala AFF 2026 Menjadi Ujian Arah Proyek Jangka Panjang Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Herdman Janji Bangkit