Kepala BGN Bantah Isu Pembagian Keuntungan Program Makan Bergizi Gratis untuk Presiden

- Minggu, 14 Juni 2026 | 00:35 WIB
Kepala BGN Bantah Isu Pembagian Keuntungan Program Makan Bergizi Gratis untuk Presiden

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, dengan tegas membantah informasi yang menyebutkan adanya pembagian keuntungan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan bahwa kabar yang beredar luas di masyarakat tersebut tidak memiliki dasar kebenaran dan merupakan hoaks.

Selain itu, Nanik juga meluruskan narasi viral yang mengaitkan dirinya dengan mantan Wakil Kepala BGN, Dadan Hindayana. Ia mengaku tidak pernah menyampaikan pernyataan apa pun terkait Dadan sebagaimana yang diklaim dalam pesan berantai di media sosial maupun aplikasi percakapan.

"Saya menegaskan bahwa narasi yang beredar tersebut tidak benar. Saya tidak pernah menyampaikan pernyataan sebagaimana yang dicantumkan dalam pesan yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan," ujar Nanik dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).

Menurut Nanik, praktik pencatutan nama pejabat publik oleh pihak tidak bertanggung jawab kerap terjadi untuk membangun narasi yang provokatif. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi menyesatkan masyarakat sekaligus menimbulkan kegaduhan di ruang publik.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Nanik menekankan pentingnya memastikan sumber informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih luas.

"Masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi. Jangan mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya karena dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," kata Nanik.

BGN menegaskan bahwa seluruh pernyataan resmi lembaga hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah ditetapkan, seperti keterangan pers, situs resmi, dan akun media sosial terverifikasi. Informasi yang beredar di luar saluran tersebut tidak dapat dijadikan rujukan yang sah.

Di sisi lain, BGN mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ruang digital yang sehat dengan mengedepankan fakta. Lembaga ini juga mengingatkan agar publik tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat manipulatif, provokatif, atau mengandung unsur fitnah.

"Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia digital serta mengedepankan verifikasi informasi. BGN akan terus fokus menjalankan tugas dan program pelayanan kepada masyarakat sesuai amanat yang diberikan pemerintah," pungkas Nanik.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar