Danantara resmi memperkuat posisi PT PAL Indonesia sebagai tulang punggung industri maritim nasional melalui alokasi sumber daya dan jaminan investasi jangka panjang. Langkah ini diambil untuk mendukung transformasi serta pengembangan bisnis perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor perkapalan dan pertahanan tersebut.
Managing Director Business 2 Danantara Indonesia, Setyanto Hantoro, dalam keterangan resminya pada Sabtu (13/6/2026) menegaskan komitmen penuh pihaknya dalam mengawal dukungan finansial. Ia menyebut optimalisasi alokasi anggaran dan penempatan investasi strategis yang tepat sasaran menjadi prioritas utama.
"Danantara berkomitmen penuh mengawal dukungan finansial, mengoptimalkan alokasi anggaran, serta memastikan penempatan investasi strategis yang tepat sasaran," ujar Setyanto.
Menurutnya, akselerasi Danantara ke PT PAL merupakan prioritas yang harus segera diwujudkan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas pada Februari 2026 lalu. Berbagai langkah strategis yang dijalankan PT PAL, termasuk transformasi menuju industri maritim 4.0, dinilai sejalan dengan visi negara membangun kemandirian industri nasional yang berdaya saing global.
Di sisi lain, posisi PT PAL disebut sangat strategis karena menjadi satu-satunya galangan kapal di Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Keunggulan kompetitif ini, menurut Setyanto, harus terus diperkuat dan diakselerasi.
“Keunggulan kompetitif yang dimiliki PT PAL harus terus diperkuat dan diakselerasi. Terlebih PT PAL telah membuktikan mampu menghasilkan produk unggulan secara mandiri dengan melibatkan industri komponen dalam negeri,” katanya.
Ia menambahkan, dampak positif dari penguatan ini tidak hanya dirasakan oleh PT PAL, tetapi juga mampu membangun ekosistem industri maritim yang lebih kuat secara keseluruhan.
Sementara itu, kinerja keuangan PT PAL Indonesia mencatatkan peningkatan signifikan sepanjang tahun buku 2025. Percepatan transformasi industri dan efisiensi operasional yang dijalankan perseroan dalam beberapa tahun terakhir mendorong laba bersih perusahaan melonjak 108,58 persen dibandingkan tahun 2024.
Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, menekankan bahwa pihaknya telah menyiapkan fondasi untuk menjalankan peran sebagai Konsolidator Nasional dan Lead Integrator industri maritim Indonesia.
“Kesiapan PT PAL sebagai Konsolidator Nasional Industri Maritim dimulai dari penguatan fundamental keuangan, modernisasi fasilitas produksi, percepatan penyelesaian proyek, hingga integrasi sistem digital secara menyeluruh,” katanya.
Kaharuddin menjelaskan, saat ini PT PAL berfokus pada penguatan kemandirian produksi serta penguasaan teknologi guna meningkatkan kinerja perusahaan sekaligus memperkuat daya saing di pasar global. Meski demikian, ia mengakui bahwa karakteristik industri manufaktur pertahanan sangat kompleks dan berbeda dengan sektor lainnya.
"Karena itu, penguatan kapabilitas produksi dan teknologi menjadi kunci untuk memastikan PT PAL mampu tumbuh secara berkelanjutan dan kompetitif di tingkat internasional,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Film Alien Terbaru Steven Spielberg Raup 6,5 Juta Dolar AS dari Penayangan Perdana
Indonesia Center New York Resmi Dirintis, Perkuat Promosi Ekonomi dan Budaya di Pasar AS
Bank Dunia Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen pada 2026, Didorong Permintaan Domestik
Brasil vs Maroko Imbang 1-1 di Babak Pertama Piala Dunia 2026