Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menjatuhkan denda sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp241,7 miliar kepada Chelsea FC, Jumat (31/7/2026). Sanksi ini buntut dari pengakuan klub atas 74 pelanggaran aturan perantara dan investasi pihak ketiga yang terjadi sepanjang 2009 hingga 2022.
Selain denda, Chelsea juga menerima larangan pendaftaran pemain baru selama dua bursa transfer. Namun, hukuman tersebut ditangguhkan hingga 30 Juni 2027. Keputusan ini diambil setelah manajemen klub yang kini dimiliki konsorsium Todd Boehly dan Clearlake Capital melaporkan sendiri pelanggaran tersebut kepada FA, tak lama setelah mengambil alih klub dari Roman Abramovich pada Mei 2022.
Kasus ini bermula dari temuan pembayaran rahasia senilai 47 juta poundsterling kepada agen tidak terdaftar dalam proses transfer sejumlah pemain bintang, seperti Eden Hazard, Samuel Eto'o, dan Willian. Awalnya, Komisi Regulasi independen menjatuhkan sanksi pengurangan enam poin yang ditangguhkan. Chelsea mengajukan banding, dan Dewan Banding independen kemudian membatalkan hukuman tersebut, menggantinya dengan larangan pendaftaran pemain bersyarat.
"Chelsea FC mengakui 74 pelanggaran Aturan FA E1.2 sebelum sidang dan Komisi Regulasi independen menjatuhkan pengurangan enam poin, yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027, dan denda £10 juta," demikian pernyataan FA. "Klub mengajukan banding terhadap pengurangan poin yang ditangguhkan dan Dewan Banding independen mengabulkan banding dan membatalkan sanksi ini setelah sidang lebih lanjut."
FA mengapresiasi langkah proaktif manajemen baru Chelsea yang melaporkan kasus ini secara sukarela. "Seandainya klub tidak membawa masalah ini ke perhatian FA, kecil kemungkinan hal tersebut akan terungkap," ungkap pernyataan tertulis dari Komisi Regulatori FA. Meski demikian, proses hukum belum sepenuhnya usai karena penyelidikan terhadap pihak individu masih berjalan.
Seluruh dana denda akan disalurkan langsung untuk program pengembangan sepak bola usia dini di Inggris. FA menegaskan bahwa sanksi finansial tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
Di sisi lain, Chelsea menyatakan telah menyerahkan ribuan dokumen secara transparan demi menyelesaikan seluruh permasalahan administrasi dari rezim kepemilikan sebelumnya. "Pada tahun 2022, klub melaporkan sendiri potensi pelanggaran aturan historis kepada semua regulator yang berlaku," kata Chelsea dalam pernyataannya. "Setelah laporan itu, klub telah bekerja secara terbuka dan transparan dengan semua regulator, termasuk secara sukarela dan proaktif mengungkapkan ribuan dokumen."
Klub menegaskan bahwa selesainya sidang FA menandai berakhirnya seluruh penanganan regulasi historis yang melibatkan mereka. "Klub telah bekerja sama secara penuh dengan seluruh proses investigasi dan kini seluruh persoalan dengan FA, Premier League, serta UEFA telah dinyatakan selesai," tulis klub. "Kami berterima kasih kepada UEFA, Premier League, dan FA atas keterlibatan mereka dengan klub sepanjang proses ini."
Keputusan ini melengkapi sanksi finansial sebelumnya pada Maret 2026, ketika Chelsea didenda 10,75 juta poundsterling oleh Premier League. Dengan tuntasnya seluruh proses regulasi, skuad asuhan Xabi Alonso kini dapat mengalihkan fokus sepenuhnya untuk bersaing di Premier League dan kompetisi Eropa musim 2026/2027.
Artikel Terkait
Pemerintah DKI Dukung Penuh Laga Chelsea vs AC Milan di Jakarta 2026