Setelah dua dekade, lirik lagu "Hijrah ke London" yang sempat dianggap sebagai candaan khas The Changcuters akhirnya menjadi kenyataan. Band asal Bandung itu sukses menggelar tur konser di tiga kota di Inggris pada April 2026, bertepatan dengan perayaan 20 tahun perjalanan karier mereka.
Pencapaian itu menjadi sorotan dalam program DCDC Pengadilan Musik edisi ke-65, di mana The Changcuters tampil sebagai "terdakwa". Dalam persidangan yang digelar secara virtual itu, band yang beranggotakan Tria, Qibil, Dipa, Alda, dan Erick ini dihadirkan untuk mempertanggungjawabkan perjalanan musik mereka selama lebih dari dua dekade.
Perwakilan DCDC, Agus Danny Hartono, menilai The Changcuters berhasil menjaga identitas mereka sejak awal berkarya, baik dari musik garage rock yang diusung, gaya berpakaian yang khas, hingga aksi panggung yang enerjik. "The Changcuters adalah contoh bahwa sebuah band bisa terus berkembang tanpa harus meninggalkan jati dirinya. Tahun ini mereka juga menorehkan pencapaian penting dengan membawa karya mereka tampil di tiga kota di Inggris sekaligus merilis album WOW MA," ujar Danny.
Perjalanan The Changcuters memang dimulai dari lingkungan kampus di Bandung pada 2004, digagas oleh Tria, Qibil, dan Dipa. Setahun kemudian, Alda dan Erick bergabung, melengkapi formasi yang bertahan hingga sekarang. Sejak awal, mereka memilih mengusung musik garage rock, terinspirasi oleh gelombang garage rock revival yang dipopulerkan band-band seperti The Strokes, The White Stripes, dan The Libertines.
Meski dikenal dengan citra rock and roll yang liar di atas panggung, Tria menegaskan bahwa keseriusan tetap menjadi fondasi utama mereka dalam berkarya. "Rock and roll yang manggung dengan image ugal-ugalan itu ya cuma penampilannya saja. Di belakangnya sebenarnya ada banyak kerja keras dan kreativitas. Itu juga yang jadi salah satu benteng atau pondasi kami selama ini," kata Tria.
Dalam sidang tersebut, The Changcuters juga membahas album terbaru mereka, WOW MA, yang dirilis pada Juni 2026. Album itu dinamai dari seruan "WOW MA" yang selama ini menjadi penyemangat internal para personel sebelum maupun sesudah naik ke atas panggung.
Di akhir persidangan, The Changcuters dinyatakan "bebas dari seluruh dakwaan". Panitera Yoga PHB menilai band tersebut berhasil menghadirkan identitas yang otentik sekaligus memberi warna bagi industri musik Indonesia selama lebih dari dua dekade.
Artikel Terkait
Walkot Bandung Geram Temukan 10 Pohon Ditebang Tanpa Izin, Langsung Segel dan Ancam Pidanakan
SIM Keliling Bandung Hari Ini: Dua Lokasi Layani Perpanjangan SIM A dan C
Pemprov Jabar Ambil Alih Teras Cihampelas, Target Bersih Oktober 2026
Ahn Hyo Seop Kunjungi Bandung untuk Pertama Kali, Penasaran Coba Batagor dan Seblak