MRT Jakarta Gelontorkan Rp 300 Miliar untuk Jembatan Donat Dukuh Atas

- Jumat, 31 Juli 2026 | 06:06 WIB
MRT Jakarta Gelontorkan Rp 300 Miliar untuk Jembatan Donat Dukuh Atas

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengalokasikan investasi sekitar Rp 300 miliar untuk membangun jembatan pejalan kaki berbentuk bundar di kawasan Dukuh Atas. Jembatan yang dijuluki 'jembatan donat' ini akan menghubungkan Stasiun KRL Sudirman, MRT Dukuh Atas, Stasiun KRL BNI City, serta stasiun LRT Jabodebek dan LRT Jakarta.

Kawasan Dukuh Atas saat ini terbelah menjadi empat kuadran akibat perpotongan Sungai Ciliwung dan Jalan Sudirman, sehingga akses pejalan kaki menjadi sulit. Proyek jembatan ini diharapkan mampu mengatasi hambatan tersebut.

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan desain dasar (basic design) telah rampung dan proses tender kontraktor sudah dimulai. Sebelumnya, kajian pra uji kelayakan (feasibility study) telah dilakukan bersama pemerintah Jepang melalui Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism (MLIT) dan Urban Renaissance.

"Ini lagi tender ya. Tapi kita sudah umumin kemarin (investasi) roughly Rp 300-an miliar," ungkap Agus di kantor PT MRT Jakarta Transport Hub Dukuh Atas, Kamis (30/7).

Agus menjelaskan, pendanaan pembangunan saat ini sepenuhnya berasal dari MRT Jakarta, tanpa penanaman modal swasta. Dengan demikian, aset yang dibangun menjadi milik perusahaan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. "Kalau misalnya ada pendanaan lain, nanti larinya ke isu aset. Kalau sekarang, kalau kita bangun dengan dana MRT, asetnya punya MRT jadi ketika nanti kita bangun di atas (lahan) Pemprov, urusan asetnya enak, bahwa kita menyewa lahan Pemprov, asetnya punya MRT," tuturnya.

Pekerjaan konstruksi ditargetkan mulai November 2026 setelah kontraktor terpilih, dan proyek diharapkan rampung pada akhir 2028. "Basic design sudah selesai, sekarang kita lagi tender kontraktor, dengan harapan mudah-mudahan di November bisa on board kontraktornya ya, targetnya mudah-mudahan beres di akhir 2028," kata Agus.

Buka Potensi Naming Rights

TOD Planning Department Head PT MRT Jakarta, Sagita Devi, menambahkan bahwa investasi tidak berasal dari APBD DKI Jakarta. Ke depan, perusahaan membuka kemungkinan menerima pinjaman (loan). "Untuk saat ini sebagian akan menggunakan dana MRT, sebagian kita sedang rencananya akan menggunakan loan," ujar Sagita.

MRT Jakarta juga akan membuka peluang kerja sama komersial untuk penamaan jembatan, atau naming rights. Pencarian mitra tengah dilakukan. "Kemarin juga Pak Gubernur (DKI Jakarta) juga sempat meng-encourage untuk para pemilik lahan dan pemilik gedung di sini untuk dapat mengambil naming rights-nya ini sendiri, karena Pedestrian Deck Dukuh Atas ini kan juga bisa menjadi salah satu ikon baru di Jakarta," jelasnya.

Menurut Sagita, jembatan ini akan menjadi percontohan karena kompleksitasnya yang melintasi sungai, jalan raya, dan jalan layang. "Mungkin di luar negeri ada yang Cincin Donut juga, cuma memang situasi kondisinya juga tantangannya berbeda karena enggak melewati sungai, enggak melewati ada flyover. Jadi ini juga bisa jadi salah satu pembelajaran arsitektur dan sipil," ungkapnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags